Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Marbot Masjid Al-Muhajirin Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Terekam CCTV

IMG_20260806_172518
Petugas kepolisian bersama tim identifikasi mengevakuasi jenazah AS (65), marbot Masjid Al-Muhajirin, di Perumahan Metro Cikopo, Ds Cibodas, Kec Bungursari, Purwakarta. (Foto: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Suasana tenang di Masjid Al-Muhajirin, Perumahan Metro Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, mendadak berubah mencekam setelah seorang marbot ditemukan tewas bersimbah darah pada Kamis (6/8/2026) siang.

Korban diketahui berinisial AS (65), yang sehari-hari mengabdikan diri sebagai marbot masjid. Pria lanjut usia tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan sejumlah luka terbuka yang diduga akibat sabetan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 12.30 WIB. Begitu menerima informasi, petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari para saksi.

“Korban berinisial AS, usia 65 tahun. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan atau pembunuhan yang terjadi di Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari,” kata Made kepada wartawan di lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami beberapa luka bacok di sejumlah bagian tubuh. Luka-luka tersebut diduga merupakan akibat serangan berulang menggunakan senjata tajam.

“Luka akibat bacokan ada. Luka terbuka terlihat jelas pada tubuh korban. Diduga korban diserang berulang kali,” ujarnya.

Dalam olah TKP, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa sebilah samurai yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Sementara satu senjata tajam lainnya yang diduga digunakan pelaku masih dalam proses pendalaman.

“Barang bukti yang sudah kami amankan berupa samurai. Untuk celurit nanti kami pastikan kembali,” ucap Made.

Meski motif pembunuhan belum dapat dipastikan, polisi memastikan identitas terduga pelaku telah dikantongi. Hal itu diperoleh dari hasil analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Pelaku sudah teridentifikasi melalui rekaman CCTV. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Menurut Made, penyidik menduga aksi tersebut dilakukan oleh seorang pelaku. Namun, kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan guna memastikan kronologi, motif, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Motif masih kami dalami. Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan. Karena kejadian baru berlangsung, kami masih fokus pada olah TKP dan penyelidikan awal,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani visum et repertum sebagai bagian dari proses penyidikan. Hasil pemeriksaan medis nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian serta jenis dan jumlah luka yang dialami korban.

Sementara itu, informasi yang beredar di lokasi menyebutkan peristiwa nahas tersebut diduga terjadi saat korban bersiap mengumandangkan azan Zuhur. Meski demikian, kepolisian belum membenarkan informasi tersebut dan masih mendalami seluruh keterangan saksi serta alat bukti yang telah dikumpulkan.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih memburu terduga pelaku sekaligus mengungkap motif di balik pembunuhan yang menggemparkan warga sekitar tersebut.***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store