Waspada Silent Killer, Hipertensi Kini Mulai Mengincar Anak Muda

Jurnalis: Hanum Aprilia
Kabar Baru, Jakarta – Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia.
Penyakit yang mendapat julukan silent killer (pembunuh dalam senyap) ini sering berkembang tanpa gejala, namun secara perlahan merusak organ tubuh penderitanya.
Banyak orang baru menyadari kondisi ini setelah mengalami komplikasi berat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat angka kematian akibat stroke di Indonesia mencapai 140,8 per 100.000 penduduk pada 2021, sementara penyakit jantung iskemik berada di angka 90,4 per 100.000 penduduk.
Hipertensi menjadi aktor utama di balik kedua penyakit mematikan tersebut.
Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S, menjelaskan bahwa sebagian besar penderita tidak merasakan keluhan apa pun pada tahap awal.
Hal ini ia sampaikan dalam acara pengenalan Tensimeter OMRON SF Series di Pakubuwono, Jakarta, Selasa (26/05/2026).
“Hipertensi sering tidak bergejala, tetapi dampaknya bisa sangat serius, termasuk komplikasi stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, dan kepikunan,” kata dr. Eka.
Hubungan Hipertensi dan Stroke
Dr. Eka menegaskan bahwa tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyebab stroke. Tekanan yang terjadi secara terus-menerus dapat merusak dinding arteri, sehingga pembuluh darah menjadi kaku, menyempit, atau bahkan tersumbat.
Saat sumbatan terjadi pada pembuluh darah otak, pasokan darah dan oksigen akan terganggu. Kondisi inilah yang memicu kematian sel-sel otak secara cepat.
Menurut data medis, dokter menemukan kasus hipertensi pada sekitar 64 hingga 70 persen pasien stroke. Bahkan, kenaikan tekanan sistolik sebesar 2 mmHg saja sudah mampu mendongkrak risiko stroke hingga 10 persen pada orang dewasa.
Selain penyumbatan, tekanan darah yang terlalu tinggi juga bisa memecahkan pembuluh darah otak karena dinding arteri yang menipis. Dr. Eka mengingatkan bahwa hipertensi adalah penyakit kronik yang tidak bisa sembuh total.
Target pengobatan hanyalah untuk mengontrol tekanan darah agar tetap normal demi menghindari komplikasi mematikan tersebut.
Gaya Hidup Modern Picu Hipertensi
Jika dahulu masyarakat mengidentifikasi hipertensi sebagai penyakit lansia, kini tren tersebut bergeser ke generasi muda. Banyak anak muda yang mengabaikan pemeriksaan tensi karena merasa tubuh mereka selalu bugar.
Padahal, gaya hidup modern menjadi pemicu utama melonjaknya kasus hipertensi pada usia produktif.
Beberapa faktor pemicunya antara lain kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, merokok, obesitas, kurang bergerak (sedentari), hingga tingkat stres yang tinggi.
Selain faktor lingkungan, genetik atau garis keturunan juga memegang peran besar.
Dr. Eka menyebutkan sekitar 60,1 persen kasus hipertensi berkaitan erat dengan faktor keturunan, sedangkan sisanya murni karena pengaruh lingkungan dan pola hidup sehari-hari.
Polusi Udara dan Langkah Pencegahan
Faktor lingkungan luar seperti suhu dingin dan polusi udara ternyata ikut memengaruhi tekanan darah. Suhu yang rendah dapat membuat pembuluh darah menyempit sementara, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Di area perkotaan, paparan polusi dari emisi kendaraan bermotor dalam jangka panjang juga terbukti meningkatkan risiko hipertensi dan stroke.
Untuk menekan angka penyakit tidak menular ini, Kementerian Kesehatan RI terus mengampanyekan gerakan CERDIK:
Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.
Sebagai langkah awal yang praktis, masyarakat sebaiknya rutin memeriksa tekanan darah secara mandiri di rumah menggunakan alat yang tervalidasi klinis.
Dr. Eka menyarankan pemeriksaan tensi ini mulai berjalan sejak usia 18 tahun, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga hipertensi atau mengidap diabetes.
Saat ini, teknologi kesehatan juga menyediakan tes genomik. Metode ini mampu mengidentifikasi gen spesifik pembawa sifat hipertensi, sehingga masyarakat bisa melakukan pencegahan secara lebih dini dan personal.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

