Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Di Australia, 2 Dosen UIN Malang Kupas Alasan Perempuan Jatim Pilih Peran Tradisional

Dua dosen UIN Malang, Devi Pramitha (kiri) dan Jamilah (kanan), saat mempresentasikan riset mereka di Australian National University (ANU), Canberra, (17/9/). (Foto: Ist).

Jurnalis:

Kabar Baru, Canberra — Dinamika pernikahan perempuan muslim Indonesia rupanya menjadi sorotan dunia internasional. Dua dosen perempuan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang baru-baru ini membeberkan hasil riset menarik terkait negosiasi kesetaraan gender perempuan muslim Jawa Timur di ajang bergengsi International Colloquium: The Futures of Indonesian Islam di Australian National University (ANU), Canberra, Kamis (17/9/2026).

Kedua akademisi tersebut adalah Jamilah (Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin) dan Devi Pramitha (Dosen MPI FTIK UIN Malang). Mereka mempresentasikan riset bertajuk “Why Do Women Maintain Gender Inequality and Ritual Dependency in Marriage?”.

Riset ini menyoroti fenomena unik: mengapa perempuan muslim di Jawa Timur yang memahami konsep kesetaraan gender, justru memilih untuk mempertahankan pembagian peran konvensional di dalam rumah tangga?

Menariknya, hasil penelitian menegaskan bahwa pilihan tersebut bukanlah bentuk ketundukan buta atau karena mereka tidak punya pilihan lain. Sebaliknya, perempuan justru melakukan proses ‘negosiasi strategis’ di dalam struktur sosial dan keagamaan yang mereka anut.

“Kesetaraan dalam pandangan sejumlah informan memiliki ruang penerapan yang berbeda. Kesetaraan diterima dalam konteks pendidikan, pekerjaan, kehidupan publik, dan partisipasi sosial, tetapi tidak selalu diterapkan dalam tata kelola kehidupan rumah tangga,” papar Devi saat mempresentasikan temuannya.

Dalam urusan rumah tangga, konsep qawwamah—di mana suami bertindak sebagai pemimpin dan istri sebagai pengikut—masih sangat dipegang teguh.

Tiga Alasan Utama Perempuan Memilih Kompromi

Lebih lanjut, Jamilah membeberkan tiga temuan utama dari penelitian ini yang menjelaskan alasan di balik pilihan tersebut:

  1. Kesetaraan Hanya untuk Ruang Publik: Sejumlah perempuan menerima gagasan kesetaraan di tempat kerja atau sekolah, namun merasa prinsip tersebut tidak perlu diterapkan secara identik dalam relasi suami-istri.
  2. Ketergantungan Ritual sebagai Peran Ideal: Suami tetap diposisikan sebagai imam salat dan sumber rujukan agama bagi keluarga. Hal ini sama sekali tidak dipandang sebagai ketidakadilan, melainkan wujud peran ideal seorang suami yang diidamkan.
  3. Melindungi Hak Nafkah: Bagi sebagian perempuan, posisi suami sebagai pencari nafkah utama adalah keuntungan sekaligus tanggung jawab yang melekat pada pernikahan. Jika kesetaraan ekonomi diterapkan (istri ikut menanggung beban finansial secara setara), hal itu justru dianggap mengurangi hak istri yang selama ini dilindungi.

Bukan Sekadar Tunduk, Tapi ‘Patriarchal Bargain’

Dua peneliti ini menggunakan kacamata teori “patriarchal bargain” dari Deniz Kandiyoti untuk membaca fenomena tersebut. Teori ini menjelaskan bagaimana perempuan bernegosiasi di dalam sistem patriarki demi mempertahankan keuntungan-keuntungan tertentu.

Bedanya, dalam konteks perempuan muslim Jatim, kompromi ini tidak hanya soal urusan dompet atau ekonomi, melainkan meluas hingga ke dimensi religius, posisi spiritual, dan otoritas keagamaan suami.

Riset ini memberi pesan penting bahwa wacana keagamaan yang setara (egaliter) tidak akan serta-merta mengubah kondisi di lapangan. Program kampanye kesetaraan gender ke depan dinilai tidak akan efektif jika hanya menyentuh aspek hukum atau tafsir teks agama semata, tanpa memahami betul pertimbangan spiritual dan ekonomi yang membuat perempuan “memilih” peran tradisionalnya.

Sebagai informasi, ajang pemaparan riset ini merupakan bagian dari Indonesia Update 2026 Side Event. Forum internasional di ANU ini menjadi wadah dialog lintas negara untuk meneropong masa depan dan arah perkembangan Islam di Indonesia di tengah kompleksitas arus perubahan sosial.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store