Nadin Amizah Kecam Penganiayaan Transpuan di Bogor, Minta Organisasi Internasional Bersuara

Jurnalis: Hanum Aprilia
Kabar Baru, Jakarta – Penyanyi Nadin Amizah menyuarakan kritik tajam dan penentangan keras terhadap aksi kekerasan yang menargetkan kaum transpuan (waria) di Bogor, Jawa Barat.
Pelantun lagu Bertaut ini menilai aksi perburuan terhadap kelompok minoritas tersebut sudah melampaui batas kemanusiaan.
Nadin meluapkan keprihatinannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Ia menyoroti video viral yang memperlihatkan sekelompok pria melakukan pengejaran, pemukulan, penendangan, hingga tindakan merendahkan dengan menyiramkan air kencing di dalam botol kepada para transpuan pada malam hari di kawasan pasar.
“Kepada para penggemar dan teman-teman internasional, mohon sebarkan informasi ini. Teman-teman queer di Indonesia sedang menghadapi penganiayaan, penyiraman air kencing, dan pemukulan hanya karena berada di luar rumah,” tulis Nadin Amizah dalam unggahan Instagram dan dikutip Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Senin (20/07/2026).
Lebih lanjut, penyanyi berusia 26 tahun ini juga menyoroti ruang aman bagi kelompok tersebut di Indonesia yang dinilainya terus menyusut.
Nadin menilai masifnya gerakan anti-LGBTQ di media sosial menjadi salah satu pemicu utama yang melahirkan normalisasi aksi kekerasan di dunia nyata.
“Kita tidak pernah menjadi negara yang aman bagi kaum queer, tetapi bahayanya semakin meningkat sejak perburuan terhadap mereka dinormalisasi oleh begitu banyak gerakan anti-LGBTQ di internet,” sambung Nadin.
Suara penentangan terhadap kekerasan ini juga datang dari selebriti lain seperti Aldi Taher. Meski menyatakan tidak mendukung kelompok tersebut, Aldi menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh berbuat zalim dan main hakim sendiri.
Ia mengimbau agar masyarakat menggunakan cara-cara yang lebih baik dan manusiawi jika ingin memberikan teguran, alih-alih melakukan kekerasan fisik maupun verbal.
Menyikapi konflik yang memicu perdebatan panas di tengah masyarakat ini, Pemerintah Kota Bogor bergerak cepat dengan mengeluarkan imbauan resmi.
Pemerintah meminta warga untuk tidak melakukan penertiban sepihak.
Saat ini, Pemkot Bogor telah menerjunkan petugas Satpol PP bersama personel TNI dan Polri untuk mengendalikan situasi di lapangan guna mencegah tindakan main hakim sendiri.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
