Merawat Bedadung, Menjaga Jember: Demokrat Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Jurnalis: Munawir Zaini
Kabar Baru, Jember — Menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan dengan membersihkan sampah yang berserakan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan dinilai menjadi bagian penting dalam upaya merawat ruang hidup bersama.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang digelar di kawasan bantaran Sungai Bedadung, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, dan Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat “Laskar Biru, Demokrat Bergerak” itu diisi dengan aksi bersih-bersih bantaran sungai dan penanaman bibit pohon. Kegiatan melibatkan pengurus dan kader Partai Demokrat, masyarakat, komunitas, serta relawan.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Jember, Mashudi, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melihat persoalan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
“Membersihkan sungai itu penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran untuk menjaganya. Jangan sampai hari ini dibersihkan, besok kembali dipenuhi sampah,” ujar Mashudi.
Menurut Mashudi, Sungai Bedadung memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Jember. Karena itu, keberadaannya perlu dijaga secara bersama-sama dan tidak hanya mengandalkan pemerintah maupun kelompok tertentu.
Ia menilai persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan, sedangkan masyarakat juga berperan dalam menjaga kebersihan serta menghindari aktivitas yang dapat merusak lingkungan.
“Lingkungan ini milik kita bersama. Pemerintah punya tanggung jawab, tetapi masyarakat juga harus ikut menjaga. Kalau kesadaran itu tumbuh, menjaga sungai tidak lagi menjadi pekerjaan ketika ada kegiatan saja, tetapi menjadi kebiasaan,” katanya.
Selain membersihkan bantaran Sungai Bedadung, kegiatan tersebut juga diisi dengan penanaman bibit pohon.
Mashudi mengatakan penghijauan harus dipandang sebagai investasi lingkungan untuk masa depan. Menurutnya, menanam pohon bukan sekadar menanam bibit, tetapi harus diikuti dengan perawatan agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Menanam itu mudah, tetapi merawatnya yang membutuhkan konsistensi. Begitu juga dengan menjaga sungai. Tidak cukup hanya membersihkan sekali, tetapi harus ada kesadaran untuk merawatnya setiap hari,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya, khususnya kawasan sungai dan ruang terbuka yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Mashudi juga menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, dan merawat tanaman.
Menurutnya, perubahan lingkungan tidak selalu harus dimulai melalui gerakan besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang dapat memberikan dampak yang lebih luas.
“Kita bisa mulai dari diri sendiri, dari keluarga, dari lingkungan terdekat. Kalau kebiasaan kecil itu dilakukan banyak orang, dampaknya akan menjadi besar untuk Jember,” tuturnya.
Ia berharap semangat menjaga lingkungan tidak berhenti setelah kegiatan Gerakan Langit Biru selesai. Kegiatan tersebut, kata dia, diharapkan menjadi awal dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Menjaga Sungai Bedadung, lanjut Mashudi, bukan hanya persoalan kebersihan sungai, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ruang hidup dan masa depan masyarakat Jember.
“Merawat Bedadung berarti merawat bagian dari kehidupan masyarakat Jember. Dan menjaga lingkungan bukan hanya pekerjaan satu kelompok, melainkan tanggung jawab bersama.”
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
