Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

KKN UNG Perkuat Keluarga Biluango Cegah Stunting dan Penyalahgunaan Narkoba

IMG-20260819-WA0030

Jurnalis:

Kabar Baru, Gorontalo— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memperkuat peran keluarga di Desa Biluango, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, dalam upaya mencegah stunting dan penyalahgunaan narkoba.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pemaparan program kerja kepada aparat pemerintah Desa Biluango. Kegiatan menjadi langkah awal mahasiswa untuk membangun koordinasi sekaligus memastikan program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Mengangkat tema “Optimalisasi Peran Keluarga dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Stunting melalui Pemanfaatan Potensi Kegiatan Lokal di Desa Biluango,” mahasiswa memperkenalkan sejumlah program utama.

Program tersebut meliputi Kelas Keluarga Anti Narkoba, Sekolah Keluarga Cegah Stunting, Laboratorium Pangan Lokal, dan Papan Informasi. Mahasiswa juga membahas sejumlah program tambahan berdasarkan masukan pemerintah desa, seperti pembuatan peta desa dan penunjuk jalur evakuasi.

Melalui Kelas Keluarga Anti Narkoba, mahasiswa akan memberikan edukasi kepada keluarga dan remaja mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampaknya terhadap kehidupan sosial dan kesehatan, serta pentingnya pengawasan orang tua.

Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat komunikasi antara orang tua dan anak sehingga keluarga dapat menjadi lingkungan pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Sekolah Keluarga Cegah Stunting difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), gizi ibu hamil, ASI eksklusif, MP-ASI bergizi, pemantauan pertumbuhan anak, serta sanitasi keluarga.

Dalam pembahasan program, aparat Desa Biluango menyampaikan bahwa persoalan stunting dan gizi buruk masih menjadi perhatian yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.

Pemerintah desa menyambut baik program mahasiswa KKN karena dinilai dapat membantu memperkuat edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Aparat desa juga menyampaikan bahwa kader kesehatan yang selama ini aktif dapat dilibatkan dalam kegiatan mahasiswa, termasuk dalam edukasi stunting, pemantauan pertumbuhan anak, hingga kemungkinan pelaksanaan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi bayi dan balita.

Selain persoalan kesehatan, mahasiswa dan pemerintah desa turut membahas strategi pelaksanaan kegiatan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Salah satu kendala yang disampaikan aparat desa adalah sulitnya mengumpulkan masyarakat dalam satu kegiatan. Karena itu, mahasiswa berencana mengintegrasikan kegiatan dengan agenda desa yang sudah berjalan, seperti posyandu bayi dan balita, kegiatan ibu menyusui, maupun kegiatan yang melibatkan kelompok remaja.

Kelembagaan masyarakat seperti Karang Taruna, PKK, dan Poskesdes juga diharapkan dapat menjadi mitra dalam pelaksanaan program.

Karang Taruna dapat membantu menjangkau kelompok remaja, PKK mendukung kegiatan keluarga dan kesehatan, sementara Poskesdes dapat dilibatkan dalam kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

Manfaatkan Potensi Pangan Lokal

Upaya pencegahan stunting juga dikaitkan dengan pemanfaatan potensi pangan lokal melalui program Laboratorium Pangan Lokal.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya ikan sebagai sumber protein serta melatih masyarakat dalam memilih, membersihkan, mengolah, dan menyajikan ikan secara aman dan higienis.

Mahasiswa juga akan mendorong keterampilan keluarga dalam menyusun menu bergizi seimbang bagi ibu hamil, balita, dan anggota keluarga.

Aparat desa menyampaikan bahwa potensi kuliner masyarakat sebenarnya cukup besar, meskipun saat ini sebagian besar masih dilakukan dari rumah ke rumah.

Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi peluang untuk mengembangkan pengolahan pangan lokal yang sehat, bergizi, sekaligus memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat.

Peta Desa dan Jalur Evakuasi

Dalam pemaparan program, pemerintah Desa Biluango juga menyampaikan kebutuhan terhadap peta desa yang dapat dilengkapi dengan titik-titik penting, termasuk titik evakuasi di Dusun Kemiri.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa mempertimbangkan pembuatan peta desa sebagai program tambahan. Selain itu, mahasiswa mengusulkan pembuatan penunjuk arah jalur evakuasi untuk membantu masyarakat mengetahui arah dan lokasi yang harus dituju ketika terjadi keadaan darurat.

Mahasiswa juga memperkenalkan Papan Informasi sebagai media edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

Papan tersebut nantinya dapat memuat informasi mengenai pencegahan narkoba, stunting, gizi ibu hamil, ASI eksklusif, MP-ASI, hingga cara memilih dan mengolah ikan secara higienis.

Kegiatan pemaparan kemudian ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan koordinasi lebih lanjut antara mahasiswa KKN dan pemerintah Desa Biluango.

Masukan dari aparat desa akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyesuaikan pelaksanaan program dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, KKN UNG diharapkan tidak hanya menghadirkan program selama masa pengabdian, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas keluarga dan kelembagaan masyarakat agar upaya pencegahan stunting dan penyalahgunaan narkoba dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader kesehatan, PKK, Karang Taruna, dan Poskesdes menjadi salah satu kunci agar program yang dirancang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Biluango.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store