Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

KCI Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Perjudian di Sumut dan Segera Tangkap Aseng Kayu

Kepala kepolisian republik Indonesia (Kapolri RI), Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Dugaan maraknya praktik perjudian yang menyeret nama figur pemodal besar bernama ‘Aseng Kayu’ di kawasan Brahrang, Kecamatan Binjai Barat, memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.

Komunitas Cinta Indonesia (KCI) secara terbuka melayangkan kecaman mendalam dan menuntut ketegasan luar biasa dari institusi kepolisian tertinggi untuk segera mengambil alih penanganan kasus bisnis haram yang dinilai telah merusak tatanan sosial tersebut.

Ketua Umum KCI, Moh Aldy Maulana, menyatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan lambannya respons dari aparat penegak hukum di tingkat daerah dalam menindaklanjuti keresahan warga.

Menurutnya, penanganan yang bersifat normatif dan sekadar janji birokrasi sama sekali tidak menyelesaikan akar masalah di lapangan. KCI menilai intervensi langsung dari Mabes Polri sudah sangat krusial agar hukum tidak tumpul saat berhadapan dengan gurita bisnis judi berskala besar ini.

“Kami mengecam keras pembiaran terhadap dugaan praktik perjudian yang dikelola oleh Aseng Kayu di Binjai Barat. Praktik ini sudah sangat meresahkan dan secara nyata merusak moral bangsa. Kami mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengambil alih kasus perjudian ini ke Mabes Polri dan segera menangkap Aseng Kayu. Jangan sampai ada kesan di masyarakat bahwa hukum takut pada kekuatan modal,” tegas Moh Aldy Maulana kepada jurnalis Kabarbaru, Minggu (17/7/2026).

Aldy menambahkan, ketidakpuasan publik mencuat lantaran penanganan perkara di tingkat daerah dinilai jalan di tempat. KCI menganggap retorika penyampaian aspirasi ke pimpinan sudah terlalu sering didengar dan tidak lagi efektif.

Atas dasar itulah, KCI meminta orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut untuk segera menerjunkan tim khusus demi menjaga marwah institusi kepolisian.

“Jawaban normatif seperti ‘akan disampaikan ke pimpinan’ sudah basi dan terlalu sering kami dengar. Masyarakat butuh tindakan nyata, bukan sekadar retorika di atas meja! Jika aparat di daerah terkesan ragu atau memiliki kendala psikologis untuk menyeret aktor utama di balik bilik judi ini, maka kami meminta Kapolri segera turun tangan membentuk tim khusus dari Mabes Polri guna mengambil alih seluruh penyelidikan,” cetus Aldy dengan nada tinggi.

KCI menuntut seluruh proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan berani membongkar gurita bisnis judi ini dari hulu hingga ke hilir tanpa pandang bulu. Sebagai bentuk akuntabilitas, perkembangan penanganan perkara ini juga harus dibuka secara berkala kepada publik.

Aldy menegaskan bahwa pernyataan sikap ini merupakan peringatan awal dari KCI. Pihaknya berjanji akan menggalang kekuatan sosial yang lebih masif jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dan tegas dari kepolisian untuk menangkap aktor intelektualnya.

“Kami pastikan KCI tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal isu ini sampai lapak judi di Brahrang benar-benar rata dengan tanah. Jika Kapolri tidak segera mengambil alih kasus ini dan menangkap Aseng Kayu, kami siap menggerakkan gelombang massa yang jauh lebih besar dari berbagai elemen masyarakat untuk turun ke jalan menuntut keadilan,” pungkas Aldy menutup pernyataannya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store