Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

HSN 2026, 100 Pengabdi Umat di Purwakarta Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

IMG_20261024_213647
Suasana peringatan HSN 2026 di Purwakarta, diwarnai penyerahan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 100 pengurus PCNU dan GP Ansor serta layanan informasi melalui stan BPJS Ketenagakerjaan.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Purwakarta menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pengabdi umat. Sebanyak 100 orang yang terdiri atas guru ngaji, pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta, dan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Pasanggrahan Padjadjaran, Kabupaten Purwakarta, Kamis (22/10/2026), setelah pelaksanaan apel peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Purwakarta.

Selain pendaftaran kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwakarta juga membuka stan (booth) konsultasi dan pelayanan bagi masyarakat. Kehadiran stan tersebut menjadi sarana untuk memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, mengapresiasi sinergi PCNU Kabupaten Purwakarta dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja keagamaan.

Menurut Abang Ijo, Hari Santri Nasional tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial untuk mengenang perjuangan santri dan ulama, tetapi juga harus menjadi momentum untuk memperhatikan kesejahteraan mereka yang selama ini berkontribusi dalam pendidikan, pembinaan umat, dan kehidupan sosial masyarakat.

“Para pengabdi umat memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Guru ngaji mendidik generasi muda, ustaz dan ustazah membimbing umat, sementara pengurus pesantren, marbot masjid, serta pekerja keagamaan lainnya terus menjalankan pengabdian. Karena itu, perlindungan terhadap mereka juga perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Abang Ijo.

Ia menegaskan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk memberikan rasa aman kepada para pekerja dalam menjalankan aktivitas dan pengabdiannya.

Menurutnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memberikan perlindungan sesuai dengan program yang diikuti, termasuk manfaat bagi keluarga apabila peserta mengalami risiko yang dijamin dalam program tersebut.

Abang Ijo juga menyambut baik pendaftaran 100 orang dari kalangan guru ngaji, pengurus PCNU, dan anggota GP Ansor. Ia berharap, langkah tersebut menjadi awal perluasan perlindungan bagi pekerja keagamaan dan kelompok pekerja rentan lainnya di Kabupaten Purwakarta.

Pada kesempatan yang sama, Abang Ijo mengajak masyarakat untuk mengenal program Asuransi Aing yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu upaya perlindungan bagi pekerja rentan di wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Purwakarta.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwakarta, Royyan Huda, yang akrab disapa Roy, mengatakan, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi keagamaan merupakan langkah penting untuk memperluas cakupan kepesertaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Pekerja keagamaan memiliki kontribusi besar dalam pendidikan, pembinaan umat, serta penguatan kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, mereka perlu mendapatkan akses terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai dengan program yang diikuti dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Roy menjelaskan, upaya memperluas perlindungan tersebut tidak hanya dilakukan melalui pendaftaran peserta, tetapi juga dengan mendekatkan layanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui pembukaan stan konsultasi dan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Purwakarta.

Melalui stan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi dan berkonsultasi mengenai program jaminan sosial ketenagakerjaan, manfaat perlindungan, serta prosedur kepesertaan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya perlindungan terhadap berbagai risiko yang berkaitan dengan pekerjaan.

Roy berharap, kehadiran layanan tersebut dapat mendorong semakin banyak pekerja, khususnya pekerja keagamaan dan kelompok pekerja rentan, untuk memperoleh akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Santri Nasional, tetapi dapat terus berlanjut melalui upaya memperluas kepesertaan dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” harapnya.

Sinergi antara pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dan BPJS Ketenagakerjaan tersebut diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat perlindungan bagi para pengabdi umat di Kabupaten Purwakarta.

Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional 2026 tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan santri dan ulama, tetapi juga menghadirkan upaya nyata untuk memperhatikan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi mereka yang berkontribusi bagi masyarakat. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store