HIMA Mazawa UINSA Kaji Filantropi Islam di MAI Jatim dan BAZNAS Surabaya

Jurnalis: Aldy Rohmatulloh
Kabar Baru, Surabaya – Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (HIMA Mazawa) UIN Sunan Ampel Surabaya melakukan kunjungan edukatif ke LAZNAS MAI Jawa Timur dan BAZNAS Surabaya pada 8 serta 11 Mei 2026.
Agenda tersebut digelar sebagai upaya memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai praktik pengelolaan zakat, wakaf, dan filantropi Islam secara profesional di lapangan.
Kunjungan pertama berlangsung di kantor LAZNAS MAI Jawa Timur. Dalam sesi diskusi, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai tata kelola lembaga filantropi berbasis Good Corporate Governance (GCG), pengembangan wakaf tunai produktif, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam penghimpunan dana sosial keagamaan.
Perwakilan LAZNAS MAI Jawa Timur menilai sinergi antara dunia akademik dan lembaga filantropi penting dilakukan untuk mendorong pengelolaan zakat yang transparan dan berkelanjutan.
“Melalui penguatan transparansi, akuntabilitas, dan pemanfaatan teknologi digital, kami berharap pengelolaan dana umat dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya saat berdialog bersama peserta.
Selain pemaparan materi, mahasiswa turut mempelajari sejumlah program unggulan yang dijalankan LAZNAS MAI Jawa Timur, mulai dari Desa Bangkit Mandiri, Mandiri Sahabat Usaha, layanan kesehatan, program beasiswa, hingga strategi penghimpunan dana melalui aplikasi digital, QRIS, dan crowdfunding.
Ketua pelaksana kegiatan menyebut educational visit tersebut menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa agar mampu memahami implementasi pengelolaan zakat dan wakaf di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan mahasiswa agar tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mengetahui implementasi pengelolaan filantropi Islam secara nyata,” katanya.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke BAZNAS Surabaya. Dalam kunjungan itu, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai sistem penghimpunan zakat, distribusi bantuan sosial, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan lembaga tersebut.
BAZNAS Surabaya memaparkan lima program utama yang menjadi fokus pengembangan, yakni Surabaya Berdakwah, Surabaya Sehat, Surabaya Cerdas, Surabaya Sigap, dan Surabaya Berdaya. Program-program tersebut mencakup bantuan pendidikan, layanan kesehatan, bantuan kebencanaan, hingga penguatan UMKM dan pelatihan kewirausahaan.
Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan terkait mekanisme penghimpunan zakat profesi ASN dan PNS di Kota Surabaya yang kemudian disalurkan kepada masyarakat berdasarkan delapan golongan asnaf dengan prioritas penerima fakir dan miskin.
Tak hanya itu, pihak BAZNAS Surabaya turut mengenalkan sistem administrasi serta dokumentasi program yang telah tersusun sejak 2021 hingga 2026 dan dapat dimanfaatkan sebagai referensi penelitian maupun kebutuhan akademik mahasiswa.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. HIMA Mazawa berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat hubungan kelembagaan dengan LAZNAS MAI Jawa Timur dan BAZNAS Surabaya sekaligus membuka peluang kolaborasi lanjutan di bidang magang, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor zakat dan wakaf.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

