Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dicopot, Singgung Permintaan Joko Widodo

Jurnalis: Aldy Rohmatulloh
Kabar Baru, Jakarta – Pernyataan mengejutkan datang dari Gatot Nurmantyo yang akhirnya mengungkap alasan di balik pergantian dirinya dari jabatan Panglima TNI pada 2017. Ia menyebut, keputusan tersebut berkaitan dengan sikapnya yang tidak selalu sejalan dengan keinginan Presiden saat itu, Joko Widodo.
Dalam sebuah forum politik yang disiarkan melalui kanal YouTube Partai Ummat, Gatot secara terbuka menceritakan bahwa dirinya beberapa kali diminta untuk memproses kenaikan pangkat sejumlah perwira menjadi jenderal bintang tiga. Namun, ia memilih tetap berpegang pada prosedur dan melakukan penilaian menyeluruh terhadap rekam jejak kandidat.
Menurutnya, tidak semua perwira yang diusulkan memenuhi kriteria. Bahkan, dalam salah satu kasus, ia menemukan adanya catatan yang dinilai bermasalah sehingga memutuskan untuk tidak melanjutkan promosi tersebut. Gatot menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambilnya semata-mata untuk menjaga profesionalisme dan integritas institusi TNI.
Ia juga mengisahkan bahwa penolakannya itu terjadi lebih dari sekali, hingga akhirnya ia merasa sikapnya mulai terbaca oleh pihak Istana. Gatot pun menyebut bahwa dirinya kemudian diberhentikan sebelum masa pensiun resminya tiba, dan posisinya digantikan oleh Hadi Tjahjanto.
Lebih jauh, Gatot menekankan bahwa TNI sebagai institusi pertahanan negara memiliki peran strategis yang tidak bisa dipimpin oleh sosok yang tidak tepat. Karena itu, menurutnya, setiap keputusan terkait promosi jabatan harus benar-benar didasarkan pada kualitas dan integritas, bukan faktor lain.
Pernyataan ini langsung menarik perhatian publik karena menyentuh isu sensitif mengenai relasi antara kekuasaan sipil dan militer. Hingga kini, belum ada respons resmi dari pihak Joko Widodo terkait pengakuan tersebut.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

