Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Aktivis Desak Aparat Telusuri Dana Investasi Telkomsel ke GOTO, Kerugian Mencapai Rp4,7 Triliun

Kabarbaru.co
PT Telkomsel di Jakarta (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Kaukus Muda Anti Korupsi menyoroti hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan terkait investasi PT Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian besar dan perlu ditelusuri aparat penegak hukum.

Ketua Umum DPP KAMAKSI, Joko Priyoski, mempertanyakan keputusan Telkomsel yang tetap menanamkan modal jumbo pada perusahaan rintisan yang saat itu masih mencatat kerugian besar.

Berdasarkan laporan pemeriksaan BPK, investasi tersebut bermula pada 2020 ketika PT Aplikasi Karya Anak Bangsa menawarkan peluang investasi kepada Telkomsel. Pada saat itu, AKAB diketahui membukukan rugi komprehensif hingga Rp16,62 triliun. Meski kondisi keuangan perusahaan belum stabil, Telkomsel tetap menginvestasikan dana sebesar US$150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun dalam bentuk zero-coupon mandatory convertible bond (MCB).

Usai merger Gojek dan Tokopedia pada 2021, obligasi tersebut dikonversi menjadi saham GOTO. Selanjutnya, Telkomsel dan AKAB kembali menyepakati konversi 29.708 saham Seri F+ senilai US$300 juta atau sekitar Rp4,28 triliun. Secara total, nilai investasi Telkomsel mencapai sekitar Rp6,38 triliun dengan kepemilikan 23,72 miliar saham atau setara 1,97 persen di GOTO.

Namun, kondisi keuangan GOTO disebut masih dibayangi kerugian besar dalam beberapa tahun terakhir. BPK mencatat impairment goodwill sebesar Rp11 triliun pada 2022 dan meningkat tajam menjadi Rp78,76 triliun pada 2023.

Selain itu, rugi komprehensif GOTO tercatat mencapai Rp22,53 triliun pada 2021, naik menjadi Rp40,26 triliun pada 2022, lalu melebar hingga Rp90,41 triliun pada 2023 sebelum turun menjadi Rp5,53 triliun pada 2024.

Dalam temuannya, BPK juga menyebut AKAB maupun GOTO cenderung mengandalkan pembiayaan utang untuk menjalankan bisnis sehingga berdampak pada kondisi keuangan perusahaan.

KAMAKSI menilai situasi tersebut turut memengaruhi nilai investasi Telkomsel. Berdasarkan hasil audit BPK, Telkomsel tercatat mengalami unrealized loss sebesar Rp4,74 triliun sepanjang 2021 hingga 2024.

Temuan itu tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Nomor 64/T/LHP/DJPKN-VII/PBN.02/11/2025 tertanggal 21 November 2025 terkait pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan tahun buku 2023 dan semester I-2024 pada induk usaha Telkomsel, PT Telkom Indonesia Tbk.

“Temuan BPK tersebut merupakan alarm keras bahwa kondisi Telkomsel sebagai perusahaan pelat merah sedang tidak baik-baik saja. Kami akan mendorong Kejaksaan Agung dan KPK untuk menelusuri potensi dugaan kerugian uang negara atas investasi Telkomsel di GOTO,” ujar Joko Priyoski.

KAMAKSI juga mendesak aparat penegak hukum memanggil serta memeriksa jajaran direksi Telkomsel terkait keputusan investasi tersebut. Menurut mereka, perusahaan milik negara harus dikelola secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Selain itu, KAMAKSI meminta pemerintah, termasuk Danantara, menjadikan hasil audit BPK sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola BUMN, khususnya Telkomsel.

“Kami akan terus mengawal temuan BPK ini sebagai pintu masuk membongkar dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pengelolaan BUMN. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan segelintir oknum,” tegasnya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store