Ada Apa di Purwakarta? 17 Kecamatan Serentak Gelar Pangan Murah

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pangan, dan Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Beras SPHP secara nasional.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta turut melaksanakan program tersebut di 17 kecamatan, Sabtu (30/8). Kegiatan ini disambut antusias warga, khususnya di Kecamatan Purwakarta yang menjadi lokasi pusat video conference pelaksanaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri agar seluruh kabupaten/kota menggelar kegiatan serupa.
“Alhamdulillah, Purwakarta dapat melaksanakan GPM serentak di 17 kecamatan. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Jika diperlukan, kami siap menggelar GPM secara rutin bekerja sama dengan Perum Bulog,” ujar Norman.
Ia menambahkan, ketersediaan pangan di Purwakarta saat ini masih aman. “Data dari Dinas Pangan dan Pertanian menunjukkan bahwa kita masih dalam kondisi surplus,” jelasnya.
Plt Kepala Dispangtan Purwakarta, Hardianto Purnama, merinci bahwa produksi pangan di Purwakarta cukup tinggi. “Sejak Januari hingga Juli, Purwakarta menghasilkan 142.110 ton Gabah Kering Giling (GKG), setara dengan sekitar 91.107 ton beras,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Subang Anis Rusyda M, menuturkan total stok beras yang disiapkan untuk GPM mencapai 49.750 kilogram. Jumlah tersebut didistribusikan ke seluruh kecamatan dengan alokasi rata-rata 3.500 kilogram per kecamatan.
“Selain beras, kami juga menyiapkan 1.836 kilogram minyak goreng dan 4.250 kilogram gula pasir. Stok beras untuk Purwakarta dipastikan cukup hingga akhir tahun sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Anis.
Lebih lanjut, Bulog membuka peluang kerja sama dengan masyarakat melalui program Rumah Pangan Kita (RPK). Program ini memungkinkan warga yang memiliki ruang usaha, seperti garasi rumah, untuk menjual produk Bulog dengan harga terjangkau.
“Dengan adanya RPK, distribusi pangan semakin dekat dengan masyarakat. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Meskipun harga beras di pasaran tinggi, Bulog tetap menjamin stok aman dan harga terjangkau,” ungkap Anis.
Melalui GPM, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga lebih murah. Sekaligus, kegiatan ini diharapkan mampu menekan gejolak harga pangan di pasaran serta menjaga daya beli masyarakat. (***)