Setelah Isu Alexandra Askandar, Kini Nama Silmy Karim Terseret Operasi Tangkap Tangan KPK

Jurnalis: Agung Wahyudi
Kabar Baru, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mencari Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim. Pencarian mantan Direktur Jenderal Imigrasi ini berkaitan erat dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat baru-baru ini.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan informasi mengenai pencarian Silmy Karim tersebut. Menurut Budi, tim penyidik saat ini sedang melakukan pengembangan terhadap OTT yang berlangsung di Jakarta Barat serta beberapa wilayah lainnya.
“Tim masih terus melakukan pencarian. Benar, masih dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan di Jakbar,” ujar Budi kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Meski begitu, KPK belum membeberkan secara perinci mengenai keterkaitan Silmy Karim dalam pusaran kasus ini. Lembaga antirasuah tersebut hanya meminta kepada seluruh pihak yang berhubungan dengan perkara agar bersikap kooperatif selama proses hukum berjalan.
OTT Seret Belasan Orang dan Pejabat Imigrasi
Operasi senyap yang digelar KPK ini berhasil menjaring sejumlah pejabat di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Selain di ibu kota, tim penyidik juga bergerak ke beberapa lokasi di Jawa Barat dan Bali.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menjelaskan bahwa pihaknya mengamankan belasan orang dalam operasi tersebut, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Petugas juga menyita berbagai barang bukti bernilai ekonomis tinggi, mulai dari kendaraan roda empat, sepeda motor, uang tunai mata uang asing, hingga logam mulia berupa emas.
Dugaan awal menyebutkan, kasus ini berkaitan dengan praktik suap pengurusan dokumen dan izin tinggal bagi warga negara asing (WNA) di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengaku sudah mengetahui peristiwa OTT dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada KPK.
“Kita hormati proses hukum yang berjalan, arahan kita jelas,” kata Agus.
Sempat Terseret Isu Asmara dan Miliki Kekayaan Fantastis
Sebelum terseret dalam pusaran OTT KPK, nama Silmy Karim sempat memicu rumor publik karena dikaitkan dengan kasus perceraian Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, pada tahun 2024 lalu. Namun, pihak Alexandra melalui kuasa hukumnya saat itu telah membantah keras isu pihak ketiga tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang menyesatkan.
Di luar isu tersebut, Silmy Karim terkenal sebagai pejabat yang memiliki kekayaan cukup fantastis. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 14 Maret 2026, total kekayaan bersih Silmy menyentuh angka Rp234,59 miliar.
Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan senilai Rp184,02 miliar di kawasan premium Jakarta. Selain itu, ia juga mengoleksi sejumlah kendaraan mewah dan klasik senilai Rp8,47 miliar, termasuk Mercedes-Benz G63 senilai Rp6 miliar, beberapa unit motor Harley Davidson, dan mobil jip klasik.
Hingga saat ini, KPK belum menetapkan ataupun menjelaskan status hukum Silmy Karim dalam kasus korupsi perizinan imigrasi ini. Publik masih menunggu konfirmasi resmi apakah sang Wamen akan berstatus sebagai saksi atau memiliki keterlibatan lebih jauh.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
