Di Balik Kepulan Asap Sate, Terjalin Hangatnya Kebersamaan di SMAS PGRI 1 Purwakarta

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Semangat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah masih terasa hangat di lingkungan SMAS PGRI 1 Purwakarta. Aroma khas daging sate yang dibakar di atas bara arang memenuhi halaman sekolah, menghadirkan suasana akrab dan penuh kebersamaan di tengah keluarga besar sekolah swasta unggulan di Kabupaten Purwakarta tersebut.
Kepulan asap perlahan membumbung ke udara, sementara para guru, tenaga kependidikan, penjaga sekolah, hingga sejumlah pelajar tampak larut dalam suasana penuh kehangatan. Momen bakar sate bersama usai pelaksanaan kurban menjadi tradisi sederhana yang sarat makna, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah.
Gelak tawa dan obrolan santai terdengar di berbagai sudut halaman sekolah. Tidak ada sekat antara tenaga pendidik, staf, maupun siswa. Seluruhnya menyatu dalam suasana kekeluargaan yang mencerminkan nilai kebersamaan dan gotong royong.
Kepala SMAS PGRI 1 Purwakarta, Neni, Anggraeni mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai Iduladha kepada seluruh warga sekolah, tidak hanya dalam bentuk ibadah kurban, tetapi juga melalui kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Momentum Iduladha mengajarkan tentang keikhlasan, berbagi, dan mempererat hubungan antarsesama. Kami ingin suasana kekeluargaan di lingkungan sekolah terus terbangun melalui kegiatan sederhana namun penuh makna seperti ini,” ujar Neni. Jum’at (29/5/2026).
Menurutnya, sekolah bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan bagi para siswa. Karena itu, kebersamaan seperti makan dan berkumpul bersama dinilai penting untuk menumbuhkan rasa empati, solidaritas, serta kekompakan.
“Kami berharap para siswa dapat belajar tentang arti kebersamaan, menghargai sesama, dan menjaga rasa persaudaraan. Nilai-nilai inilah yang ingin terus kami tumbuhkan di lingkungan sekolah,” tambahnya.
Antusiasme para siswa pun terlihat saat mereka ikut membantu menyiapkan sate, membakar daging kurban, hingga menikmati hidangan bersama para guru dan staf sekolah. Suasana hangat tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang arti kebersamaan.
Tradisi bakar sate bersama di SMAS PGRI 1 Purwakarta menjadi gambaran bahwa semangat Iduladha tidak berhenti pada prosesi penyembelihan hewan kurban semata, melainkan juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan membangun keharmonisan di lingkungan pendidikan.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

