Dari Rebahan Jadi Cuan, Siswa SMA Belajar Digital Marketing Produktif

Editor: Bahiyyah Azzahra
Kabar Baru, Tangerang Selatan – Fenomena “rebahan sambil scrolling” yang selama ini identik dengan kebiasaan konsumtif di media sosial kini mulai diarahkan menjadi aktivitas yang lebih produktif. Melalui program Kuliah Peduli Negeri (KPN) bertajuk “Dari Rebahan Jadi Cuan: Belajar Memanfaatkan Media Sosial sebagai Sarana Pembelajaran Digital Marketing bagi Siswa SMA”, mahasiswa menghadirkan edukasi digital marketing bagi pelajar SMA guna meningkatkan literasi digital sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Di era digital saat ini, media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja. Namun, penggunaan media sosial di kalangan pelajar masih didominasi aktivitas hiburan dan konsumsi konten. Kondisi tersebut mendorong lahirnya program edukasi yang bertujuan mengubah pola penggunaan media sosial menjadi lebih produktif dan bernilai.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa media sosial tidak hanya dapat digunakan untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar, membangun personal branding, hingga membuka peluang usaha berbasis digital. Program ini menyasar siswa kelas X SMAN 10 Tangerang Selatan dengan menghadirkan pelatihan interaktif mengenai dasar-dasar digital marketing.
Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang ekosistem media sosial, teknik copywriting, visual branding, storytelling, hingga strategi soft selling yang relevan dengan perkembangan dunia digital saat ini. Para peserta juga diajak memahami bagaimana sebuah konten dapat membangun engagement sekaligus menciptakan peluang ekonomi di platform digital.
Ketua pelaksana kegiatan, Khasanal Bulkia, mengatakan bahwa program ini hadir untuk membangun kesadaran siswa mengenai potensi besar media sosial apabila dimanfaatkan secara tepat.
“Banyak siswa aktif di media sosial, tetapi masih sebatas menjadi konsumen konten. Padahal, dengan kreativitas dan strategi yang tepat, media sosial bisa menjadi ruang belajar sekaligus peluang menghasilkan,” ujarnya.
Tidak hanya menerima materi teori, para siswa juga langsung mempraktikkan pembuatan konten digital marketing menggunakan smartphone masing-masing. Dalam sesi workshop, peserta belajar membuat konsep konten, mengambil foto dan video sederhana, menyusun caption menarik, hingga melakukan simulasi strategi pemasaran digital yang efektif.
Metode pembelajaran yang diterapkan dirancang secara praktis dan partisipatif agar siswa dapat lebih mudah memahami materi. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui praktik langsung dan eksplorasi ide kreatif.
Program ini juga mendorong siswa untuk memahami pentingnya storytelling dalam pemasaran digital. Peserta diajak melihat bagaimana sebuah produk atau jasa dapat dikemas melalui narasi yang menarik sehingga lebih dekat dengan audiens di media sosial.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat kewirausahaan digital sejak usia sekolah. Para siswa diharapkan mampu melihat media sosial sebagai peluang untuk berkembang secara kreatif maupun ekonomi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi ke dalam beberapa sesi mulai dari penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, hingga workshop praktik pembuatan konten. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi praktik konten digital marketing yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari mahasiswa yang memiliki peran masing-masing dalam menjalankan program. Khasanal Bulkia bertindak sebagai ketua pelaksana, Ikhsan Satrio sebagai sekretaris, Kartika Caren sebagai bendahara, M. Nirwan Alam sebagai dokumentasi, dan M. Revansa Fahlevi sebagai konsumsi sekaligus pembawa acara.
Selain pelatihan utama, kegiatan ini juga dilengkapi evaluasi melalui survei sebelum dan sesudah kegiatan untuk melihat peningkatan pemahaman siswa mengenai digital marketing dan pemanfaatan media sosial secara produktif. Penilaian juga dilakukan terhadap hasil konten yang dibuat peserta selama workshop berlangsung.
Program “Dari Rebahan Jadi Cuan” menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa dalam menjawab tantangan generasi muda di era digital. Di tengah maraknya budaya konsumsi konten, kegiatan ini hadir untuk mengarahkan pelajar menjadi kreator yang lebih produktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami dasar-dasar digital marketing, tetapi juga memiliki keberanian untuk mulai berkarya, membangun ide usaha, serta memanfaatkan media sosial sebagai ruang pengembangan diri yang positif dan berkelanjutan.
Oleh: Kartika Caren – Universitas Mercu Buana
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

