SMKN 2 Purwakarta Optimistis Jadi Pilihan Utama di SPMB 2026

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – SMKN 2 Purwakarta memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026. Kesiapan tersebut tidak hanya dari sisi administrasi dan layanan penerimaan peserta didik baru, tetapi juga penguatan kualitas pendidikan vokasi berbasis industri yang terus dikembangkan sekolah.
Kepala SMKN 2 Purwakarta, Ade Suhedin mengatakan, sekolah yang dipimpinnya telah menyiapkan berbagai program unggulan untuk mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.
“Insyaa Allah SMKN 2 Purwakarta sangat siap menghadapi pelaksanaan SPMB tahun ini. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan industri dan perkembangan zaman,” ujar Ade Suhedin. Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, penguatan program sekolah dilakukan seiring penerapan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang difokuskan pada implementasi Teaching Factory (TeFa). Model pembelajaran berbasis industri tersebut diterapkan di seluruh jurusan dan konsentrasi keahlian yang ada di SMKN 2 Purwakarta.
Pada konsentrasi keahlian Pemasaran Retail, peserta didik dilibatkan langsung dalam pengelolaan supermarket sekolah “SMEKDA MART” yang tidak hanya menjadi sarana praktik pembelajaran, tetapi juga melayani kebutuhan masyarakat sekitar.
Sementara itu, pada bidang Pemasaran Digital, sekolah tengah mengembangkan proses produksi berbasis digital melalui program podcast yang akan segera diluncurkan. Program tersebut menjadi bagian dari digitalisasi menyeluruh dalam pemasaran produk hasil karya siswa dari berbagai jurusan.
Untuk jurusan Desain Busana, Teaching Factory diarahkan pada optimalisasi produksi konveksi, mulai dari pembuatan seragam sekolah, busana muslim hingga souvenir. Sedangkan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) fokus pada layanan pemasangan jaringan internet, penjualan voucher internet serta perawatan jaringan.
Di bidang Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), peserta didik dibekali pengalaman melalui layanan logistik, jasa pengiriman paket, penyedia barang hingga layanan wedding organizer. Adapun jurusan Akuntansi mengembangkan layanan perbankan, simpan pinjam, konsultasi keuangan dan konsultasi perpajakan.
Sementara jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) memberikan layanan pembuatan website, pengembangan program aplikasi, hingga jasa percetakan dan pembuatan kartu identitas.
Ade Suhedin juga menanggapi hadirnya program Sekolah Maung di Purwakarta yang digagas Pemerintah Daerah Jawa Barat. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah positif dalam mendorong lahirnya generasi unggul dan berprestasi.
“Program Sekolah Maung yang menjadi ikon Jawa Barat sangat luar biasa. Kehadirannya justru menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan menjadikan SMKN 2 Purwakarta sebagai sekolah yang unggul,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas lulusan terus dilakukan melalui penguatan kolaborasi dan kemitraan dengan dunia industri. Berbagai program strategis seperti guru industri masuk sekolah, magang guru, hingga magang peserta didik di perusahaan mitra terus dimaksimalkan agar tercipta sinergi yang kuat antara sekolah dan kebutuhan industri.
“Kami ingin lulusan SMKN 2 Purwakarta benar-benar siap kerja, memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mampu bersaing secara profesional,” ungkapnya.
Menjelang pelaksanaan SPMB, Ade Suhedin juga mengingatkan para calon peserta didik agar cermat dalam menentukan pilihan sekolah dan tetap menjaga nama baik keluarga.
“Saya berharap adik-adik yang akan melanjutkan pendidikan ke SMKN 2 Purwakarta selalu menjaga kehormatan orang tua dan sekolah. Segera lakukan pendaftaran melalui akun resmi SPMB Disdik Provinsi Jawa Barat sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dan jangan sampai salah memilih sekolah,” pungkasnya. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

