Krisis Avtur! Vietnam Airlines Pangkas Puluhan Penerbangan Domestik

Jurnalis: Achmad Salim
Kabar Baru, Vietnam – Maskapai nasional Vietnam Airlines memutuskan untuk memangkas hampir dua lusin jadwal penerbangan domestik setiap pekannya mulai April 2026.
Kebijakan pahit ini terpaksa diambil menyusul terbatasnya pasokan bahan bakar pesawat (avtur) yang terganggu akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Otoritas penerbangan sipil Vietnam menyatakan bahwa lonjakan harga bahan bakar jet terjadi secara signifikan sejak konflik pecah tiga pekan lalu.
Kenaikan harga minyak global ini memicu kekhawatiran serius akan kelangkaan pasokan avtur di dalam negeri Vietnam dalam jangka panjang.
Puluhan Penerbangan Dipangkas
“Vietnam Airlines berencana menghentikan sementara operasi di sejumlah rute mulai 1 April,” tulis pernyataan resmi otoritas penerbangan setempat sebagaimana dikutip Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Kamis (26/03/2026).
Total frekuensi yang terpangkas mencapai 23 penerbangan domestik per minggu guna menghemat cadangan bahan bakar jenis Jet A-1.
Keterbatasan pasokan avtur membuat maskapai domestik berisiko tinggi mengalami kehabisan bahan bakar di tengah operasional.
Meski harus melakukan penyesuaian jadwal secara besar-besaran, pihak maskapai memastikan rute domestik utama dan penerbangan internasional tetap beroperasi seperti biasa untuk menjaga konektivitas antarnegara.
Siapkan Skema Fuel Surcharge
Menghadapi situasi genting ini, Pemerintah Vietnam tengah mempertimbangkan penerapan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk seluruh rute internasional.
Jika rencana ini disetujui, penumpang kemungkinan besar akan menanggung biaya tambahan tersebut mulai bulan depan sebagai kompensasi atas meroketnya biaya operasional maskapai.
Untuk mengantisipasi krisis energi yang lebih dalam, Vietnam telah melayangkan permintaan dukungan pasokan bahan bakar ke sejumlah negara mitra seperti Qatar, Kuwait, Aljazair, hingga Jepang.
Selain itu, Vietnam juga baru saja menandatangani kesepakatan strategis dengan Rusia terkait produksi minyak dan gas guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Dampak Global Hingga ke AS
Krisis energi ini nyatanya tidak hanya memukul Vietnam. Di kawasan Asia Tenggara, Myanmar National Airlines juga mengumumkan pembatalan sejumlah penerbangan domestik pada pekan lalu.
Sementara itu, maskapai raksasa asal Amerika Serikat, United Airlines, secara terbuka menyatakan akan mengurangi kapasitas penerbangan mereka akibat biaya bahan bakar jet yang terus melonjak tinggi seiring konflik di kawasan Teluk yang belum mereda.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

