Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Kukuhkan Guru Besar, UTM Perkuat Daya Saing Global lewat Adjunct Professor Australia

IMG_4526
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’ bersama Guru Besar yang dikukuhkan dalam Rapat Terbuka Senat UTM di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer.

Jurnalis:

Kabar Baru, Bangkalan – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Rapat Terbuka Senat dengan agenda pengukuhan guru besar, Selasa (30/12/2025), di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Kampus UTM.

Dalam rapat terbuka tersebut, UTM secara resmi mengukuhkan Prof. Wahyu Andy Nugraha, S.T., M.Sc., Ph.D sebagai Guru Besar di bidang Ekologi Laut, serta Prof. Wahyudi Agustiono, S.Kom., M.Sc., Ph.D sebagai Guru Besar di bidang Sistem Informasi Agribisnis. Selain itu, UTM juga menghadirkan Prof. Caroline Chen sebagai Adjunct Professor di bidang Sistem Informasi.

Rapat Terbuka Senat tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas, anggota senat akademik, sivitas akademika, serta tamu undangan. Prosesi berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting bagi penguatan peran UTM sebagai perguruan tinggi yang unggul, tangguh, dan mandiri.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar ini menjadi bagian dari upaya strategis universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya dosen.

Ia mengungkapkan, idealnya sekitar 10 persen dosen di sebuah perguruan tinggi bergelar guru besar, sementara UTM saat ini baru mencapai sekitar 5 persen.

“Kalau target ideal itu 10 persen dosennya bergelar guru besar, kita sekarang masih di kisaran 5 persen. Tapi alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih tiga tahun terakhir, ada penambahan sekitar 25 persen. Ini capaian yang patut kita syukuri,” ujar Prof. Safi’.

Menurutnya, dengan adanya akselerasi dan regulasi yang lebih mendukung, capaian 10 persen tersebut optimistis bisa diraih dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Kalau satu tahun tentu tidak mungkin, tapi dua atau tiga tahun ke depan insyaallah bisa tercapai, tentu dengan dukungan dan doa dari semua pihak,” imbuhnya.

Selain pengukuhan guru besar tetap, Prof. Safi’ juga menyampaikan bahwa UTM pada kesempatan tersebut turut menambah satu Adjunct Professor dari luar negeri. Adjunct Professor tersebut berasal dari University of Newcastle, Australia, dengan kontrak kerja selama tiga tahun yang dapat diperpanjang sesuai kesepakatan.

Ia menegaskan, langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi agar perguruan tinggi memberikan dampak dan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Kami juga mendorong setiap fakultas untuk memiliki adjunct professor dari perguruan tinggi luar negeri. Ini penting untuk mempercepat akselerasi peningkatan performa perguruan tinggi, sekaligus mempercepat transfer dan transformasi pendidikan serta teknologi,” jelasnya.

Jurnalisme Hijau

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store