Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Jaksa Turun ke Sawah, Petani Purwakarta dapat Perlindungan Hukum

IMG_20260909_112818
Kajari Purwakarta Yudhy Kurniawan bersama Forkopimda menanam padi dalam program Jagaraksa Tatanen di Desa Ciracas, Kecamatan Kiarapedes, Rabu (9/9/2026).

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen bertajuk “Ngariksa Pangan, Ngajaga Kahirupan”.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman padi bersama di Desa Ciracas, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein bersama Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Yudhy Kurniawan.

Turut hadir Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arh Fredy Jaguar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan kementerian, para petani serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Tak hanya melakukan penanaman padi bersama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti Kejaksaan Jagaraksa Tatanen sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Purwakarta.

Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Yudhy Kurniawan mengatakan, program Jagaraksa Tatanen merupakan wujud nyata kehadiran Kejaksaan di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan dan pendampingan hukum kepada para petani.

Menurutnya, Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Pak Bupati, Pak Dandim, unsur Forkopimda, perwakilan kementerian dan seluruh pihak terkait dapat bersama-sama mengikuti kegiatan Jaksa Jagaraksa Tatanen,” ujar Yudhy.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut Kejaksaan ingin membangun kesadaran bahwa keberhasilan sektor pertanian harus didukung berbagai pihak, termasuk melalui kepastian dan pemahaman hukum bagi para petani.

“Pada intinya, kami ingin mengedepankan perlindungan hukum kepada teman-teman petani. Di sisi lain, kita juga harus terus merawat bumi serta mendukung program pemerintah dalam menjaga dan mewujudkan swasembada pangan,” katanya.

Yudhy berharap program Jagaraksa Tatanen tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkesinambungan bersama Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan seluruh rekan-rekan Forkopimda. Kami yakin seluruh pihak memiliki semangat yang sama untuk mendukung kegiatan ini,” ungkapnya.

Ia optimistis, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, Polri dan masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Kabupaten Purwakarta.

“Insyaallah, kebersamaan dan sinergi ini dapat memberikan keberkahan bagi masyarakat Purwakarta, khususnya para petani,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengapresiasi langkah Kejaksaan Negeri Purwakarta yang menggagas program Jagaraksa Tatanen sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian.

Menurut Om Zein, kegiatan tersebut memiliki makna penting karena kembali mengingatkan masyarakat bahwa desa dan pertanian merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat.

“Saya pikir ini sangat luar biasa. Kita harus selalu diingatkan bahwa benteng pertahanan ekonomi itu ada di desa, dan salah satu kekuatan utamanya adalah dunia pertanian,” kata Om Zein.

Ia menilai, perkembangan zaman telah membuat sebagian masyarakat, termasuk generasi di pedesaan, mulai menjauh dari sektor pertanian dan lebih memilih mengejar berbagai peluang lain yang belum tentu memberikan kepastian.

Padahal, kata Om Zein, bertani merupakan warisan leluhur yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam menopang kehidupan masyarakat.

“Kadang-kadang kita meninggalkan sesuatu yang sebenarnya sudah ada dan merupakan warisan dari leluhur. Kita bertani, tetapi kemudian lupa dengan pertanian dan lebih memilih mengejar sesuatu yang belum tentu bisa kita kuasai atau belum tentu bisa kita saingi,” ujarnya.

Karena itu, Om Zein menilai program Jagaraksa Tatanen menjadi momentum penting untuk mengembalikan perhatian masyarakat terhadap potensi desa dan sektor pertanian.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga tentang keberpihakan kepada petani sebagai ujung tombak penyedia pangan.

“Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk kembali melihat pertanian sebagai kekuatan. Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan petani harus mendapatkan perhatian serta perlindungan,” katanya.

Selain mendukung ketahanan pangan, Om Zein juga menilai kehadiran Kejaksaan melalui program tersebut memberikan rasa aman bagi para petani, terutama dalam memahami berbagai persoalan dari sisi hukum.

Ia menyebut, tidak sedikit masyarakat yang melakukan kesalahan karena kurangnya pemahaman terhadap aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Kadang-kadang petani melakukan suatu kesalahan bukan karena disengaja, tetapi karena mereka tidak mengetahui aturan atau ketentuan hukumnya,” ujar Om Zein.

Dengan adanya program Jaksa Jaga Desa dan Jagaraksa Tatanen, lanjutnya, para petani dapat lebih dekat dengan aparat penegak hukum dan memperoleh pemahaman hukum secara langsung.

“Ketika petani dekat dengan Jaksa dan mendapatkan pendampingan serta pemahaman hukum, tentu mereka akan merasa lebih terlindungi. Mereka juga bisa mendapatkan pencerahan dan pemahaman agar tidak salah dalam mengambil langkah,” jelasnya.

Om Zein berharap kolaborasi yang dibangun melalui program tersebut dapat terus diperkuat dan menjadi gerakan bersama dalam menjaga pertanian sebagai salah satu penopang kehidupan masyarakat.

Program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen ‘Ngariksa Pangan, Ngajaga Kahirupan’ pun diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun sinergi antara Kejaksaan, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Forkopimda dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, sektor pertanian di Kabupaten Purwakarta diharapkan semakin kuat, para petani mendapatkan perlindungan serta pendampingan, dan cita-cita mewujudkan ketahanan hingga swasembada pangan dapat terus diperjuangkan secara berkelanjutan. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store