41 Pelatih Digembleng, Purwakarta Bersiap Tempur di Porprov Jabar XV

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Persiapan Kontingen Kabupaten Purwakarta menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026 terus dimatangkan. Selain mempersiapkan atlet melalui berbagai tahapan pembinaan dan pengujian, penguatan kualitas pelatih menjadi salah satu fokus utama untuk mendongkrak prestasi di ajang olahraga tingkat Jawa Barat tersebut.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purwakarta merealisasikan langkah tersebut melalui Pelatihan Pelatih Cabang Olahraga (Cabor) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula SMKN 2 Purwakarta, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 98, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini diikuti 41 pelatih dari cabang olahraga yang berhasil lolos Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jabar XV 2026. Para pelatih mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan kompetensi kepelatihan, termasuk pemahaman mengenai penerapan ilmu pengetahuan olahraga atau sport science dalam proses pembinaan atlet.
Untuk memperkuat materi, panitia menghadirkan pakar psikologi olahraga dan komunikasi massa, Dr. Rony Muhammad Rizal, sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua KONI Kabupaten Purwakarta Aris TB Limbong, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta Aep Durochman, serta Kepala Bidang Olahraga Yai Uun Haerun.
Ketua Kontingen Porprov Jabar XV 2026 Kabupaten Purwakarta, Letkol Arh Fredy Jaguar, mengatakan pelatihan pelatih merupakan bagian dari rangkaian persiapan yang dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh unsur kontingen memiliki kesiapan yang optimal.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian persiapan Porprov. Sebelumnya sudah dilakukan tes kebugaran, try out dan berbagai tahapan lainnya. Sekarang kita memberikan pembekalan kepada para pelatih melalui pelatihan yang menghadirkan narasumber berkompeten,” ujar Fredy.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pelatih tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana proses pembinaan atlet dilakukan berdasarkan prinsip dan metode yang tepat.
“Kita berharap pelatih memiliki ilmu yang benar-benar sesuai dengan sport science. Dengan demikian, kompetensi pelatih meningkat dan risiko penerapan metode yang selama ini dianggap benar, tetapi secara teori belum tepat, dapat diminimalisir,” katanya.
Fredy menilai keberadaan pelatih yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pembinaan dan performa atlet saat bertanding.
“Harapannya, pelatihan ini dapat mendukung pelaksanaan Porprov, khususnya Kontingen Purwakarta, sehingga mampu meraih hasil yang maksimal,” ucapnya.
Sinergi Jadi Kunci Penguatan Kontingen
Dalam menghadapi Porprov Jabar XV 2026, Fredy menegaskan dirinya tidak bekerja sendiri. Struktur kontingen telah melibatkan berbagai unsur dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari pimpinan kontingen, pelayanan, kesehatan hingga unsur kepelatihan.
Menurutnya, pembagian tugas tersebut harus dibarengi dengan koordinasi dan komunikasi yang baik agar seluruh kebutuhan atlet dapat terpenuhi secara optimal selama pelaksanaan Porprov.
“Dalam Porprov ini sudah ada surat perintah yang mengatur unsur-unsur kontingen, mulai dari ketua kontingen, wakil ketua, kesehatan, pelayanan hingga pelatih. Masing-masing akan bersinergi dan bekerja sesuai bidang tugas serta tanggung jawabnya,” jelasnya.
Sebagai Ketua Kontingen, lanjut Fredy, tugas utamanya adalah memastikan seluruh unsur tersebut dapat berjalan secara terkoordinasi dan saling mendukung.
“Tugas saya sebagai ketua kontingen adalah mensinergikan dan mengkolaborasikan seluruh unsur sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Jangan sampai terjadi miskomunikasi di lapangan yang pada akhirnya berdampak terhadap performa atlet,” tegasnya.
Ia memastikan koordinasi akan terus dilakukan dalam setiap tahapan persiapan maupun pelaksanaan Porprov.
“Setiap ada kegiatan, saya akan terus mengoordinasikan dengan unsur-unsur yang tercantum dalam surat perintah. Semuanya harus bergerak dalam satu tujuan, yaitu memberikan dukungan terbaik kepada atlet,” tambahnya.
Fredy juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran dan sarana prasarana dalam menunjang persiapan kontingen. Namun, menurutnya, faktor tersebut bukan satu-satunya penentu keberhasilan.
“Anggaran dan sarana prasarana memang merupakan sesuatu yang mutlak. Tetapi yang paling penting adalah semangat dan motivasi dari atlet maupun pelatih,” ungkapnya.
Ia optimistis dukungan anggaran yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kebutuhan kontingen.
“Tidak melulu masalah anggaran. Saya yakin dengan kinerja bersama dan sinergi seluruh pihak, kita dapat mengangkat prestasi Kontingen Purwakarta,” katanya.
Fredy pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan DPRD Kabupaten Purwakarta yang telah memberikan dukungan terhadap persiapan Kontingen Purwakarta menuju Porprov Jabar XV 2026.
“Alhamdulillah, anggaran mendapatkan dukungan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan DPRD yang sudah berjuang memberikan dukungan. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan anggaran tersebut untuk menjawabnya dengan prestasi pada Porprov Jawa Barat XV Tahun 2026,” pungkasnya.
Dengan penguatan kompetensi pelatih, koordinasi lintas unsur, serta dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak, Kontingen Purwakarta diharapkan mampu tampil lebih siap, solid, dan kompetitif untuk membawa nama baik daerah pada Porprov Jabar XV Tahun 2026. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
