Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Dari Batu Tumpang, Asa Generasi Bebas Stunting Dikuatkan

Screenshot_2026-08-27-12-46-14-85_c37d74246d9c81aa0bb824b57eaf7062
Program Bangga Kencana dorong pendampingan keluarga dan intervensi berbasis data untuk mempercepat penurunan stunting.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Upaya mempercepat peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan menekan angka stunting terus diperkuat melalui sinergi pemerintah, legislatif, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan teknis Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja yang difasilitasi Anggota Komisi IX DPR RI, Drg. Putih Sari, di Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang digelar bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN tersebut diikuti lebih dari 250 warga. Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Kabupaten Purwakarta Aan, S.Pd.I., K.P., M.Si., Sekretaris Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D., Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Provinsi Jawa Barat Dr. Dadi Ahmad Roswandi, S.Si., M.Si., serta Kepala Desa Batu Tumpang Andriyani.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Batu Tumpang. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Prof. Budi Setiyono yang menekankan pentingnya memastikan program pemerintah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Prof. Budi, keberhasilan Quick Wins tidak cukup hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi harus tercermin melalui perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia menyebut peningkatan kesehatan ibu dan anak serta kualitas pengasuhan keluarga menjadi bagian penting yang harus menjadi perhatian bersama.

Karena itu, lanjutnya, diperlukan kerja sama yang terintegrasi, penguatan pendampingan di tingkat masyarakat, serta pemanfaatan data yang akurat sebagai dasar dalam menentukan kebijakan dan intervensi.

Dengan pendekatan tersebut, upaya percepatan penurunan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan terarah sehingga mampu mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas.

Sementara itu, Dr. Dadi Ahmad Roswandi menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan yang kompleks dan tidak dapat diselesaikan hanya dengan memberikan intervensi gizi.

Menurutnya, berbagai faktor turut memengaruhi munculnya stunting, mulai dari kondisi kesehatan ibu dan anak, pola pengasuhan, sanitasi, lingkungan tempat tinggal, hingga kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

“Pencegahan harus dilakukan secara terpadu sejak sebelum kehamilan, masa kehamilan, hingga masa pertumbuhan dan perkembangan anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, strategi percepatan penurunan stunting dilakukan melalui sejumlah langkah, antara lain memperkuat pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting, mengoptimalkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK), meningkatkan kualitas pelayanan Keluarga Berencana (KB), serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, masyarakat, hingga mitra kerja.

Dadi menekankan, ketepatan sasaran menjadi faktor penting dalam setiap intervensi. Untuk itu, data keluarga yang akurat harus menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan dan pelayanan yang diberikan.

“Dengan pendekatan berbasis data, keluarga yang membutuhkan pendampingan dapat lebih cepat ditemukan dan memperoleh layanan sesuai kebutuhannya,” jelasnya.

Layanan tersebut mencakup akses kesehatan, pemenuhan gizi, edukasi, pengasuhan, hingga dukungan sosial bagi keluarga yang membutuhkan.

Kegiatan di Desa Batu Tumpang ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pembangunan keluarga secara menyeluruh. Program Bangga Kencana tidak hanya berkaitan dengan pengendalian penduduk dan pelayanan KB, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan keluarga yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

Melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap berbagai program intervensi dapat semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk mewujudkan keluarga berkualitas sekaligus mempercepat penurunan stunting menuju terciptanya generasi Indonesia yang sehat dan unggul. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store