Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Isu Bau Tak Sedap Ditepis, SPPG Gili Timur Tegaskan Dapur Sudah Sesuai Standar BGN dan Memiliki IPAL

ec5682d6-2f4a-4c42-a346-698273120381
Pengelola SPPG Gili Timur memastikan seluruh area produksi dan pengolahan limbah terjaga kebersihannya serta bebas bau guna mendukung pelayanan gizi yang sehat bagi masyarakat..

Jurnalis:

Kabar Baru, Bangkalan – Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gili Timur, H Subaidi, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut adanya keluhan warga mengenai bau tak sedap yang diduga berasal dari SPPG Yayasan Laili Izzatul Faqoh, Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.

H Subaidi membantah adanya persoalan bau tak sedap yang bersumber dari SPPG miliknya. Ia bahkan mempertanyakan lokasi maupun sumber bau yang disebut dalam pemberitaan tersebut.

“Kalau memang ada bau tak sedap, kami ingin tahu tempatnya di mana dan sumbernya dari mana. Silakan dicek langsung ke lokasi,” ujar H Subaidi, Rabu, (19/08/28).

Hal senada disampaikan oleh Alvin Kurniasih, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi SPPG Desa Gili Timur. Ia menegaskan bahwa selama ini keberadaan dapur pelayanan gizi tersebut sama sekali tidak menimbulkan bau menyengat atau mengganggu kenyamanan warga setempat.

“Sepengetahuan saya dan warga sekitar, tidak ada bau tak sedap yang berasal dari dapur SPPG. Lingkungan di sini tetap bersih dan aman. Kami justru merasa tidak terganggu sama sekali dengan keberadaan operasional dapur tersebut,” ungkap Alvin Kurniasih.

Tak hanya menepis isu bau tak sedap, Alvin Kurniasih juga mengungkapkan bahwa masyarakat sekitar justru merasa sangat terbantu dengan hadirnya dapur SPPG milik H Subaidi tersebut. Keberadaan dapur ini dinilai membawa dampak ekonomi langsung bagi lingkungan sekitar karena memberdayakan warga lokal sebagai tenaga kerja.

“Warga sekitar justru merasa sangat terbantu dengan adanya dapur SPPG ini. Banyak tetangga dan warga lokal yang ikut dipekerjakan di dapur milik H Subaidi. Keberadaannya benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sini,” tambah Alvin.

H Subaidi menjelaskan bahwa operasional dan bangunan dapur SPPG Gili Timur telah dirancang dan dibangun sepenuhnya mengikuti petunjuk teknis (Juknis) serta standar nasional yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Standar ketat tersebut diterapkan untuk memastikan keamanan pangan (food safety), kebersihan, dan perlindungan lingkungan sekitar.

Ia merincikan seluruh standar BGN yang telah dipenuhi oleh SPPG Gili Timur, di antaranya:

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Grease Trap: Dapur dilengkapi dengan penyaring perangkap lemak (grease trap) serta sistem IPAL bio-filter/proses perlakuan air buangan. Hal ini memastikan sisa pencucian dan minyak tidak masuk ke saluran umum sehingga air buangan aman, jernih, dan bebas bau.

“Semua standar BGN sudah kami penuhi 100 persen, mulai dari sistem alur kerja dapur, penggunaan bahan food grade, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terintegrasi dengan grease trap. Jadi air olahan limbah dapur itu diproses terlebih dahulu sehingga keluar dalam kondisi jernih dan tidak berbau,” terang H Subaidi.

Menurutnya, SPPG Gili Timur selama ini terus berupaya menjaga kebersihan, baik di area dapur maupun lingkungan sekitar. Kebersihan, kata dia, menjadi salah satu komitmen utama dalam menjalankan pelayanan pemenuhan gizi.

H Subaidi juga mempersilakan masyarakat maupun pihak terkait untuk melihat langsung kondisi SPPG Gili Timur. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi yang beredar dapat diketahui berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

“Kami terbuka. Silakan warga atau instansi terkait datang dan melihat langsung kondisi SPPG. Kami menjaga kebersihan dapur dan lingkungan sekitar agar tetap bersih, sehat dan asri,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin keberadaan SPPG justru menimbulkan persoalan bagi masyarakat sekitar. Sebaliknya, keberadaan dapur tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat melalui pelaksanaan program pemenuhan gizi.

Karena itu, Subaidi menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga standar kebersihan dan kesehatan lingkungan dalam setiap aktivitas SPPG.

“Kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi komitmen kami. Kami ingin mewujudkan dapur yang bersih dan sehat serta lingkungan sekitar dapur tetap asri,” pungkasnya.

Sebelumnya, muncul pemberitaan mengenai adanya dugaan keluhan warga Gili Timur terkait bau tak sedap yang disebut berasal dari SPPG Yayasan Laili Izzatul Faqoh. Dalam pemberitaan tersebut, terdapat dorongan agar instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Atas pemberitaan itu, pihak SPPG Gili Timur menegaskan kesiapan untuk menerima pengecekan langsung. Dengan demikian, kondisi sebenarnya di lapangan dapat diketahui secara objektif dan tidak hanya berdasarkan informasi maupun dugaan yang berkembang.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store