Green Curtain Dorong Eduwisata dan Ekonomi Masyarakat Pesisir Olele
Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar Baru, Gorontalo— Pengembangan wisata di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, kini tidak hanya diarahkan pada keindahan laut dan aktivitas wisata bahari. Melalui Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah Tahun 2026, masyarakat didorong mengembangkan model eduwisata yang memadukan konservasi lingkungan, teknologi tepat guna, produk lokal, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Teknologi Green Curtain untuk Eduwisata Geodiversity di Geosite Taman Laut Olele Geopark Gorontalo” dilaksanakan bersama masyarakat melalui dua mitra utama, yakni UMKM Bunga Desa dan Kelompok Usaha Wisata O’oLanga.
Sosialisasi awal pada 3 Mei 2026 menjadi pintu masuk rangkaian pemberdayaan yang dilanjutkan melalui pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi bersama mitra.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Partisipasi warga terlihat dalam diskusi, pelatihan, pengenalan teknologi, serta pengembangan gagasan agar Green Curtain tidak berhenti sebagai instalasi penghijauan, tetapi benar-benar memberikan manfaat ekonomi dan pendidikan bagi masyarakat Olele.
Desa Olele bersama Tim Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah mengikuti rangkaian kegiatan Green Curtain untuk mendukung eduwisata, konservasi, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir di Geosite Taman Laut Olele, Geopark Gorontalo. Kredit: Dokumentasi Tim PPBW Olele 2026.
Green Curtain, Inovasi untuk Eduwisata Pesisir
Ketua Tim Pelaksana, Dr. Sc. Yayu Indriati Arifin, S.Pd., M.Si., bersama tim memperkenalkan Green Curtain sebagai inovasi berbasis jaring ijuk yang ditanami tanaman merambat.
Ketika tanaman berkembang, struktur tersebut membentuk dinding hijau yang dapat berfungsi sebagai media vegetasi, ruang demonstrasi tanaman produktif, sekaligus bagian dari pengalaman edukasi wisata di kawasan geosite.
Tanaman yang dikembangkan pada Green Curtain juga dapat berupa tanaman buah maupun sayuran yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, pengunjung dapat belajar mengenai bahan lokal, pertumbuhan tanaman, lingkungan pesisir, serta peran masyarakat dalam merawat kawasan wisata.
Dua Mitra, Satu Rantai Nilai Eduwisata
Program ini dirancang tidak menempatkan Green Curtain sebagai teknologi yang berdiri sendiri. Penguatan dilakukan melalui rantai nilai yang menghubungkan produksi masyarakat di sisi hulu dengan layanan wisata di sisi hilir.
UMKM Bunga Desa menjadi mitra yang difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi dan manajemen produk. Sementara Kelompok Usaha Wisata O’oLanga diarahkan pada pengembangan layanan wisata edukatif berbasis geodiversity dan konservasi.
Keduanya menjalani tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi dengan peran yang saling melengkapi.
Bunga Desa: Dari Bahan Lokal Menjadi Produk Bernilai Tambah
Bagi UMKM Bunga Desa, program membuka ruang pengembangan produk yang lebih luas. Kelompok ini sebelumnya telah menghasilkan kerajinan dan suvenir berbahan alam lokal.
Melalui program pemberdayaan, kapasitas produksi diperkuat melalui pemanfaatan ijuk, pengenalan teknologi pemintalan tali, serta pembuatan jaring untuk Green Curtain.
Penguatan tersebut diarahkan agar bahan lokal dapat berkembang menjadi tali ijuk yang lebih seragam, jaring ijuk terstandar, panel Green Curtain modular, serta produk kreatif dan suvenir bertema geosite.
Pada saat yang sama, kelompok juga diperkuat dari sisi desain, kemasan, branding, pencatatan usaha, dan pemasaran. Dengan demikian, produk yang dihasilkan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dalam rantai ekonomi wisata Olele.
O’oLanga: Wisata Bahari Naik Kelas Menjadi Eduwisata
Penguatan berbeda diberikan kepada Kelompok Usaha Wisata O’oLanga. Kelompok ini telah mengelola layanan snorkeling, diving, perahu kaca, pemanduan, serta berjejaring dengan homestay dan warung di kawasan Olele.
Melalui program pemberdayaan, layanan yang telah berjalan diarahkan berkembang dari wisata rekreatif menuju pengalaman eduwisata yang lebih terstruktur.
O’oLanga didorong memiliki paket wisata tematik, alur perjalanan, naskah interpretasi, standar pelayanan dan keselamatan, sistem reservasi, pencatatan perjalanan, serta media informasi yang membantu pemandu menjelaskan geodiversity, biodiversitas, konservasi pesisir, kehidupan masyarakat, dan produk UMKM kepada wisatawan.
Dengan cara ini, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat laut atau berfoto. Mereka juga diajak memahami mengapa Olele penting, bagaimana bentang geologi dan ekosistem laut harus dijaga, serta bagaimana kunjungan wisata dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat lokal.
Green Curtain Menjadi Ruang Belajar Bersama
Kegiatan lapangan tidak berhenti pada pengenalan teknologi. Masyarakat dilibatkan untuk memahami fungsi Green Curtain, proses pembuatannya, cara merawat tanaman, serta kemungkinan mengembangkan tanaman produktif yang hasilnya dapat dimanfaatkan.
Salah satu pengalaman yang dikembangkan adalah pengenalan tanaman onyong yang sebelumnya belum familiar bagi sebagian peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan dan kreasi menu berbahan onyong.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana Green Curtain dapat menjadi ruang belajar yang menghubungkan proses menanam, mengenal tanaman, memanfaatkan hasil, hingga membuka peluang pengembangan produk pangan.
Green Curtain dikembangkan sebagai media vegetasi sekaligus ruang edukasi. Tanaman produktif yang tumbuh pada struktur tersebut diperkenalkan kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi pengalaman belajar serta produk bernilai tambah. Kredit: Dokumentasi Tim PPBW Olele 2026.
Olele sebagai Ruang Belajar tentang Bumi, Laut, dan Masyarakat
Nilai program juga diperkuat oleh kekayaan kawasan. Geosite Taman Laut Olele memiliki bentang pesisir dan singkapan batugamping yang menjadi bagian dari geodiversity kawasan, sementara Taman Laut Olele dikenal dengan kekayaan terumbu karang dan kehidupan bawah laut.
Kekayaan tersebut menjadi materi utama yang dapat diterjemahkan oleh pemandu menjadi pengalaman belajar yang mudah dipahami wisatawan.
Untuk memperkuat pesan konservasi, materi interpretasi tidak hanya menjelaskan apa yang menarik untuk dilihat, tetapi juga perilaku yang perlu dijaga selama berwisata.
Wisatawan diarahkan memahami pentingnya tidak merusak terumbu karang, tidak mengambil material dari kawasan, mengelola sampah secara bertanggung jawab, serta menghormati kehidupan masyarakat pesisir.
Manfaat Program Diperluas untuk Masyarakat Olele
Walaupun program memiliki dua mitra utama, manfaat yang dibangun diarahkan lebih luas bagi masyarakat Desa Olele.
Produk UMKM dapat diintegrasikan ke dalam paket perjalanan, dipasarkan kepada pengunjung, atau diperkenalkan melalui aktivitas eco-craft dan pengalaman komunitas.
Jasa wisata juga dapat terhubung dengan warung, homestay, transportasi lokal, dan pelaku ekonomi lainnya di desa.
Model tersebut diharapkan membuat belanja wisatawan tidak berhenti pada satu layanan, tetapi berputar lebih luas di tingkat masyarakat.
Di sisi lain, kualitas lingkungan yang lebih terjaga dan pengalaman wisata yang lebih edukatif dapat memperkuat posisi Olele sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki cerita, pengetahuan, dan identitas masyarakat yang kuat.
Masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama dalam proses tersebut. Mereka bukan hanya penerima teknologi, tetapi ikut belajar, memproduksi, mengelola, mengevaluasi, dan mengembangkan hasil program.
Hubungan antara Bunga Desa dan O’oLanga menunjukkan bagaimana produk lokal, konservasi, dan wisata dapat disatukan dalam satu ekosistem pemberdayaan.
Menjaga Keberlanjutan Program
Antusiasme masyarakat menjadi modal penting agar program tidak berhenti ketika rangkaian pendampingan selesai.
Teknologi, keterampilan produksi, paket eduwisata, media interpretasi, dan sistem pengelolaan yang dibangun diharapkan dapat terus digunakan dan diperbarui sesuai kebutuhan masyarakat serta perkembangan kawasan.
Melalui pendekatan ini, Geosite Taman Laut Olele diarahkan tidak hanya menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga ruang belajar terbuka tentang bumi, laut, kehidupan masyarakat pesisir, serta bagaimana ekonomi lokal dapat tumbuh sejalan dengan upaya menjaga lingkungan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
