Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Kolaborasi PT KSM Rehabilitasi Pesisir dan Laut Pulau Kawei

Kolaborasi PT KSM Rehabilitasi Pesisir dan Laut Pulau Kawei
Kolaborasi PT KSM Rehabilitasi Pesisir dan Laut Pulau Kawei.

Jurnalis:

Kabar Baru, Raja Ampat – Upaya pemulihan ekosistem pesisir dan perairan di Pulau Kawei, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, terus diperkuat melalui kolaborasi antara PT Kawei Sejahtera Mining (PT KSM), Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Kupang Satuan Kerja Raja Ampat, dan masyarakat adat Kampung Selpele dari Suku Kawei.

Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, para peserta berhasil memasang 100 unit media transplantasi terumbu karang metode Reefstar di dasar laut serta menanam 980 bibit mangrove di kawasan pesisir Pulau Kawei.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis Rehabilitasi Ekosistem Pesisir yang dilaksanakan pada Juni 2026. Selain memulihkan lingkungan, program ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat adat agar mampu melakukan rehabilitasi dan pemeliharaan ekosistem pesisir secara mandiri.

Sejak pagi hari, tim gabungan berangkat menggunakan perahu menuju lokasi transplantasi terumbu karang di kawasan Hol Solyokopalmana. Sebelum penyelaman dimulai, seluruh peserta mengikuti pengarahan mengenai aspek keselamatan kerja dan teknik pemasangan media karang yang dipandu oleh tim BPK Kupang.

Bagi sebagian besar masyarakat lokal, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama mempraktikkan metode Reefstar. Mereka dilatih mulai dari memilih koloni donor, mengambil fragmen karang jenis Acropora branching, memotong fragmen berukuran 8 hingga 15 sentimeter, mengikatnya menggunakan cable ties, hingga menurunkan media ke dasar laut secara bertahap.

Koordinator Marine and Coastal Ecosystem Management BPK Kupang, Ariefianto Tri Mahadi, menegaskan bahwa rehabilitasi terumbu karang harus dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem alami.

“Prinsip utama rehabilitasi adalah menjaga keseimbangan alami. Fragmen karang diprioritaskan dari patahan alami. Jika harus mengambil dari koloni hidup, dibatasi maksimal 10 persen agar lokasi donor tidak rusak. Harapannya, teman-teman perusahaan dan masyarakat adat Suku Kawei ke depan dapat melaksanakan kegiatan ini secara mandiri,” ujarnya.

Kolaborasi di lapangan berlangsung secara gotong royong. Seluruh peserta saling berbagi tugas, mulai dari pemasangan struktur, pengikatan fragmen karang hingga membersihkan sisa material plastik agar tidak mencemari laut. Hingga akhir kegiatan, sebanyak 100 unit struktur Reefstar berhasil dipasang di dasar perairan.

Pada hari berikutnya, kegiatan difokuskan pada rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove di wilayah Hol Lelayoho. Sebanyak 980 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculataditanam menggunakan metode rumpun berjarak dan metode pancang yang disesuaikan dengan kondisi substrat dan karakteristik ombak setempat.

Koordinator Pengelolaan Wilayah Konservasi Laut Satker Raja Ampat, Ferdinand Irianto Patrick Bata, mengatakan keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan saat penanaman, tetapi juga pada proses pemeliharaan.

“Tiga bulan pertama merupakan masa kritis. Bibit yang mati harus segera disulam. Metode rehabilitasi akan terus berkembang melalui inovasi di lapangan, namun yang paling penting adalah komitmen untuk merawatnya,” katanya.

PT KSM menyatakan pemulihan lingkungan dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan keterhubungan ekosistem darat dan laut (land-sea connectivity). Selain rehabilitasi pesisir, perusahaan sebelumnya juga telah menyelesaikan reklamasi dan revegetasi lahan pascatambang seluas 16,14 hektare.

Reklamasi tersebut dinilai berperan dalam mengurangi erosi dan sedimentasi menuju wilayah pesisir sehingga kualitas perairan tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan mangrove maupun terumbu karang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara pelaksanaan, penyerahan plakat apresiasi antara PT KSM, BPK Kupang, dan masyarakat adat Suku Kawei, serta makan bersama di kawasan pantai.

Melalui kolaborasi ini, para pihak berharap rehabilitasi ekosistem pesisir di Pulau Kawei tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata, tetapi berlanjut melalui pemeliharaan berkelanjutan oleh masyarakat adat bersama perusahaan demi menjaga kelestarian perairan Raja Ampat.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store