Beda Keyakinan Satu Cinta Indonesia, Menag Beberkan Rekor Baru Kerukunan Beragama

Jurnalis: Putra Aditya
Kabar Baru, Jakarta – Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) di Indonesia berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025.
Capaian manis ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan dan persaudaraan masyarakat semakin mengakar kuat di tengah keberagaman bangsa.
Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar, menyampaikan kabar gembira tersebut saat menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan dan Kemerdekaan ke-81 RI di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Nasaruddin menilai kehadiran para tokoh dari berbagai keyakinan dalam satu majelis doa memperlihatkan indahnya kebersamaan bangsa Indonesia.
“Para tokoh lintas agama berkumpul dalam satu majelis memanjatkan doa terbaik bagi negerinya. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” kata Nasaruddin di hadapan para jamaah dan tamu undangan.
Melampaui Target Pemerintah
Kerja keras seluruh elemen masyarakat dalam merawat keharmonisan berhasil melambungkan skor Indeks KUB secara signifikan.
Angka kerukunan beragama melonjak dari 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 pada tahun 2025.
“(Ini) tertinggi semenjak negeri ini berdiri, Bapak-Ibu sekalian,” tegas Nasaruddin.
Pencapaian ini resmi melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 yang awalnya mematok angka 76,47.
Bahkan, angka tersebut sudah sangat dekat dengan target akhir periode tahun 2029 mendatang sebesar 78,25.
Selain Indeks KUB, pemerintah juga mencatat kenaikan pada Indeks Kesalehan Umat Beragama yang menyentuh angka 84,20 pada periode 2025.
Kerukunan Jadi Modal Utama
Atas raihan yang membanggakan ini, Menag memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh agama di tanah air.
Menurutnya, peran aktif para pemuka agama sangat krusial dalam membina umat serta menyejukkan suasana di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keharmonisan antarelemen bangsa merupakan fondasi utama untuk menjalankan roda pembangunan negara secara berkelanjutan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama yang terus konsisten dalam membina umat hingga kerukunan bangsa tetap terawat. Ini penting karena kerukunan adalah modal dasar pembangunan,” tutup Nasaruddin.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Radar Baru
Seedbacklink
