Menteri Desa Optimis KDMP Bisa Salurkan Bantuan Tepat Sasaran ke Masyarakat

Jurnalis: Munawir Zaini
Kabar Baru, Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Pihaknya berfokus melancarkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui optimalisasi penggunaan Dana Desa.
Mendes Yandri menyampaikan bahwa pembangunan fisik KDKMP terus menunjukkan kemajuan pesat. Hingga saat ini, sebanyak 18.000 gudang dan gerai KDKMP telah berdiri di berbagai pelosok daerah.
“Insya Allah bulan Agustus sekitar 35.000 KDMP yang terbangun,” ujar Mendes Yandri saat menjadi narasumber dalam program Newsroom CNN Indonesia TV pada Selasa (28/7/2026) petang.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar selama proses persiapan berlangsung.
Pemerintah saat ini masih merampungkan pembangunan infrastruktur fisik seperti gerai, gudang, dan penyediaan alat transportasi, sekaligus menyusun Peraturan Presiden sebagai payung hukum operasionalisasi KDKMP.
Kehadiran KDKMP bertindak sebagai garda terdepan untuk memastikan seluruh bantuan pemerintah mulai dari pupuk, elpiji, hingga bibit tanaman sampai secara langsung dan tepat sasaran ke tangan warga desa.
Koperasi ini juga akan berperan sebagai offtaker atau pembeli siaga yang menyerap produk-produk olahan dan hasil panen masyarakat setempat.
Langkah strategis ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun Indonesia dari desa dan dari bawah guna mendorong pemerataan ekonomi serta mengikis angka kemiskinan.
Yandri juga menepis kekhawatiran terkait potensi tumpang-tindih peran antara KDKMP dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).
Keduanya memiliki porsi peran yang saling melengkapi tanpa saling meniadakan.
Jika BUMDesa berfokus mengelola potensi khas desa seperti objek wisata, pasar desa, dan layanan air bersih, maka KDKMP hadir memenuhi kebutuhan harian warga, menyediakan fasilitas simpan pinjam, serta menjadi agregator hasil pertanian dan kerajinan lokal.
Dalam mengawal keberhasilan program ini, Kemendes PDT menggandeng 10 asosiasi desa serta melibatkan jajaran pemerintah desa mulai dari Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga perangkat desa.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
