Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Dilema Petani Tembakau Madura, Dituduh Peliraan Pabrik Rokok Ilegal Tanpa Kepastian Regulasi

Penulis adalah Mantan Ketua Umum Formad Jakarta, Ferdiansyah.

Editor:

Kabar Baru, Opini – Musim panen tembakau selalu menjadi momen yang penuh harapan bagi masyarakat Madura.

Di empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, tembakau bukan hanya komoditas pertanian, melainkan sumber penghidupan yang menopang perekonomian ribuan keluarga.

Setiap musim tanam dan panen selalu menghadirkan harapan akan kehidupan yang lebih baik bagi para petani yang selama ini bekerja keras menghadapi berbagai tantangan.

Tembakau telah menjadi bagian dari identitas dan budaya masyarakat Madura. Ketekunan para petani dalam mengelola lahan di tengah cuaca yang tidak menentu menunjukkan semangat juang yang luar biasa.

Dari tangan-tangan mereka lahir tembakau berkualitas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memberikan kontribusi penting bagi perputaran ekonomi daerah.

Namun, di balik optimisme menyambut panen, masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian para petani.

Fluktuasi harga, ketidakpastian pasar, biaya produksi yang terus meningkat, serta keterbatasan akses permodalan menjadi tantangan yang sering dihadapi setiap tahun.

Kondisi ini membuat hasil kerja keras petani belum selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan yang mereka terima.

Karena itu, musim panen tembakau tahun ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan keberpihakannya kepada petani.

Pemerintah diharapkan hadir tidak hanya saat panen berlangsung, tetapi juga dalam seluruh proses pengembangan sektor pertanian tembakau.

Dukungan berupa pendampingan, akses permodalan yang mudah, perlindungan harga yang adil, serta pembangunan infrastruktur pertanian sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Kami berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap nasib petani tembakau Madura.

Kebijakan yang diambil hendaknya mampu menciptakan stabilitas harga, memperkuat posisi tawar petani, dan membuka akses pasar yang lebih luas agar hasil panen dapat memberikan keuntungan yang layak.

Selain itu, dana yang berasal dari sektor pertembakauan juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperbaiki sarana pertanian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan. Manfaat dari sektor tembakau harus dapat dirasakan secara nyata oleh mereka yang selama ini menjadi ujung tombak produksi.

Pada akhirnya, kesejahteraan petani adalah ukuran keberhasilan pembangunan pertanian.

Ketika petani tersenyum karena hasil panennya dihargai dengan layak, maka ekonomi daerah akan bergerak, lapangan pekerjaan akan terbuka, dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Menyambut panen tembakau Madura tahun ini, mari kita memberikan penghormatan kepada para petani yang telah bekerja tanpa mengenal lelah.

Dan kepada pemerintah, masyarakat menaruh harapan besar agar keberpihakan kepada petani tidak hanya menjadi janji, tetapi diwujudkan dalam kebijakan yang nyata dan berkelanjutan.

Tembakau Madura adalah kebanggaan daerah, petaninya adalah kekuatan bangsa. Sudah saatnya kesejahteraan mereka menjadi prioritas bersama.

*Penulis adalah Mantan Ketua Umum Formad Jakarta, Ferdiansyah.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store