Sinergi Kampus dan Masyarakat Buntulia Utara Perkuat Pencegahan Stunting
Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar Baru, Gorontalo– Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat terus diperkuat dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan keluarga. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Wilayah (PW) yang dilaksanakan di Desa Buntulia Utara, Kabupaten Pohuwato.
Kegiatan bertajuk “PW Sinergi Pengelolaan Bank Sampah Produktif dan Kebun Pekarangan untuk Ketahanan Gizi serta Pencegahan Stunting” tersebut merupakan kolaborasi dua perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Ichsan Gorontalo.
Program ini dilaksanakan dalam kerangka pengabdian kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam penguatan pengelolaan lingkungan dan ketahanan gizi keluarga.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan difokuskan pada dua program utama, yakni pelatihan pemilahan sampah bagi Kelompok Pengrajin Bank Sampah Maju Bersama serta pelatihan budidaya kebun dan gizi bagi Kelompok Posyandu.
Kedua program tersebut dirancang secara terintegrasi. Pengelolaan sampah diarahkan tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pemilahan dan pengolahan sampah yang memiliki nilai jual.
Sementara itu, program kebun gizi diarahkan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan sehat dan bergizi bagi keluarga. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, khususnya bagi anak-anak, sekaligus menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting.
Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Dr. Selvi, S.E., M.Si, dengan anggota Irwan Yantu, S.Pd., M.Si, Ika Okhtora Angelia, S.P., M.Sc, dan Rahmiyati Kasim, S.TP, M.Si. Kegiatan tersebut juga melibatkan empat mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo yang turut berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Dalam sambutannya, Dr. Selvi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan gizi masyarakat yang memiliki keterkaitan erat dengan kualitas kehidupan keluarga.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan secara baik dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui keberadaan bank sampah. Di sisi lain, pemanfaatan pekarangan untuk kebun gizi dapat membantu keluarga memperoleh sumber pangan sehat secara mandiri.
“Pemilahan sampah yang baik dapat menjadi sumber penghasilan tambahan melalui bank sampah. Sementara pemanfaatan pekarangan untuk kebun gizi dapat menyediakan sumber pangan sehat secara mandiri bagi keluarga, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting,” ujarnya.
Pada pelatihan pemilahan sampah, anggota Kelompok Pengrajin Bank Sampah Maju Bersama diberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara mengidentifikasi, memilah serta mengolah sampah organik maupun anorganik agar memiliki nilai ekonomis.
Sedangkan Kelompok Posyandu mendapatkan pelatihan mengenai budidaya tanaman di pekarangan rumah serta pemanfaatan hasil kebun sebagai sumber pangan bergizi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi keluarga.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh kelompok mitra sasaran, Pemerintah Desa Buntulia Utara, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato, serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya kolaboratif dalam menangani persoalan lingkungan dan gizi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat dinilai penting agar program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang.
Di akhir kegiatan, Dr. Selvi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Kemendikti Saintek atas dukungan penuh terhadap program PW tahun 2026. Terima kasih pula kepada Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Ichsan Gorontalo, Pemerintah Desa Buntulia Utara, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, serta seluruh mitra dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif,” ungkapnya.
Melalui sinergi tersebut, masyarakat Desa Buntulia Utara diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara berkelanjutan. Pengelolaan bank sampah diharapkan memberikan manfaat dari sisi ekonomi, sementara kebun gizi dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
