Sepanjang 2025, Kasus Orang Terlantar di Purwakarta Naik Signifikan

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Purwakarta mencatat 415 kejadian orang terlantar, gelandangan, dan pengemis sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 281 kejadian.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Pemberdayaan Sosial (Rehdayasos) Dinsos P3A Purwakarta, Imam Munadjat, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan semakin luasnya jangkauan dan kualitas pelayanan sosial pemerintah daerah.
“Pelayanan kepada masyarakat, khususnya orang-orang terlantar, terus kami tingkatkan,” ujar Imam, Rabu (14/1/2026).
Dari total kejadian pada 2025, lanjut usia terlantar menjadi kategori tertinggi sekaligus mengalami lonjakan paling besar. Data Dinsos P3A mencatat, jumlah lansia terlantar meningkat dari 88 kejadian pada 2024 menjadi 223 kejadian pada 2025, atau naik lebih dari dua kali lipat.
Selain itu, kasus gelandangan dan pengemis juga meningkat dari 25 kejadian menjadi 71 kejadian. Sementara itu, kategori disabilitas terlantar dan anak terlantar justru mengalami penurunan.
Sepanjang 2025, Dinsos P3A menangani 94 kejadian disabilitas terlantar, 27 anak terlantar, 223 lansia terlantar, serta 71 gelandangan dan pengemis. Pada 2024, masing-masing tercatat 129 kejadian disabilitas terlantar, 39 anak terlantar, 88 lansia terlantar, dan 25 gelandangan serta pengemis.
Imam mengakui, penanganan orang terlantar masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana, terutama belum tersedianya rumah singgah. Namun, pembangunan rumah singgah saat ini sedang dalam proses dan direncanakan berlokasi di Jalan Kopi, Purwakarta.
Keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi tantangan. Meski demikian, Dinsos P3A terus memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Dinas Kesehatan, RSUD, Baznas, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta unsur Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Menurut Imam, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peningkatan jumlah orang terlantar kerap terjadi menjelang Ramadan. Tantangan terberat yang dihadapi adalah penanganan orang terlantar lintas wilayah.
“Baik warga dari luar daerah yang ditemukan di Purwakarta maupun warga Purwakarta yang terlantar di daerah lain tetap menjadi tanggung jawab kami,” pungkasnya. ***
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

