Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Raffi Ahmad Dikritik Saat Hadir di Lokasi Kecelakaan Kereta Api, PUKIS: Bukan Tugasnya

Kabarbaru.co
Raffi Ahmad dan Sufmi Dasco hadir di Tempat Kejadian Tabrakan Kereta (Dok : Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Bekasi – Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS) menilai kecelakaan kereta api di Bekasi Timur sebagai salah satu insiden paling kelam dalam sejarah transportasi rel di Indonesia. Tragedi yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line itu menewaskan 14 orang serta melukai 84 lainnya.

Direktur Eksekutif PUKIS, M. M. Gibran Sesunan, menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban, keluarga, dan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Gibran.

Menurutnya, peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan indikasi lemahnya sistem keselamatan transportasi nasional.

PUKIS mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan perombakan besar di sektor perkeretaapian.

“Kami mendorong agar dilakukan pencopotan pejabat-pejabat terkait demi penyelidikan yang independen dan akuntabilitas publik yang jelas,” tegasnya.

Pembenahan, kata dia, harus mencakup restrukturisasi di Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia, serta PT Kereta Commuter Indonesia.

Efek Domino dan Dugaan Kegagalan Sistem

PUKIS mengungkap, kecelakaan bermula dari insiden kendaraan yang menabrak KRL di perlintasan sebidang dekat lokasi kejadian, yang kemudian memicu rangkaian insiden lanjutan hingga terjadi tabrakan fatal antar kereta.

“Terjadinya dua insiden beruntun di lintasan yang sama menunjukkan kegagalan sistem dalam melakukan containment atau pengendalian dampak. Ini bisa disebabkan oleh masalah persinyalan, human error, atau kombinasi keduanya,” jelas Gibran.

PUKIS juga menyoroti penanganan awal pascakecelakaan yang dinilai belum optimal. Area kejadian disebut tidak langsung disterilkan sehingga memicu kerumunan warga dan aktivitas siaran langsung di media sosial.

PUKIS turut mendorong Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk bekerja secara transparan dan independen. Mereka juga mengkritik kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai berdampak pada kinerja lembaga keselamatan transportasi.

Kritik Kehadiran Raffi Ahmad

Dalam pernyataannya, PUKIS menyoroti kehadiran Raffi Ahmad di lokasi kejadian yang dinilai tidak relevan dengan fungsi penanganan darurat.

“Hal ini menunjukkan kekacauan organisasi pemerintahan dan ketidakpahaman akan tugas serta fungsi masing-masing. Kehadiran pihak yang tidak berkapasitas justru berpotensi mengganggu proses evakuasi di lapangan,” kritik Gibran.

Menanggapi hal tersebut, Raffi memberikan penjelasan terkait kehadirannya.

“Oh, saya spontan saja datang tadi malam karena atas nama kemanusiaan,” kata Raffi Ahmad.

“Terus di sana saya baru menjenguk, korban-korban di sana dan ya sekarang evakuasi, alhamdulillah sudah semuanya,” lanjutnya.

Rekomendasi Perbaikan Sistem

Sebagai langkah pencegahan, PUKIS merekomendasikan percepatan pembangunan jalur ganda terpisah (double-double track) di wilayah Jabodetabek, modernisasi sistem persinyalan, serta penanganan serius terhadap perlintasan sebidang.

PUKIS menegaskan, investigasi tidak boleh berhenti pada aspek teknis semata, tetapi juga harus menelusuri kemungkinan kelalaian dari regulator, operator, hingga pihak yang memicu insiden awal.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store