Tak Ada Ampun! Rektor UTM Diskualifikasi Peserta UTBK 2026 yang Terbukti Curang

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabar Baru, Bangkalan — Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof. Dr. Safi, menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026. Ia memastikan tidak ada toleransi bagi peserta yang melakukan kecurangan, termasuk penggunaan joki maupun praktik menyontek.
“Jika ditemukan pelanggaran seperti joki atau kecurangan lainnya, maka konsekuensinya jelas, yakni diskualifikasi,” tegas Rektor saat melakukan monitoring pelaksanaan UTBK bersama jajaran rektorat dan panitia, Selasa, (21/04) lalu.
Pelaksanaan UTBK di UTM berlangsung mulai 21 hingga 30 April 2026. Dalam hal ini, UTM berperan sebagai lokasi ujian, bukan sebagai pilihan kampus tujuan peserta. Banyak peserta memilih UTM karena faktor kedekatan lokasi, meskipun pilihan program studi dan kampus tujuan bisa saja berada di perguruan tinggi lain.
Tercatat sebanyak 2.827 peserta jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) mengikuti UTBK di UTM. Mereka berasal dari 17 provinsi dan 72 kabupaten/kota, dengan dominasi dari Jawa Timur, khususnya Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan. Bahkan, terdapat peserta dari luar daerah hingga Papua.
Untuk mendukung kelancaran ujian, panitia menyiapkan 9 ruang ujian dengan total 254 unit komputer, terdiri dari 200 unit utama dan 54 unit cadangan. Seluruh proses pelaksanaan dilakukan sesuai prosedur ketat guna meminimalisir potensi pelanggaran.
Selain pengawasan ketat, UTM juga memberikan apresiasi kepada peserta berupa doorprize. Setiap sesi dan setiap ruangan akan dipilih satu peserta secara acak untuk mendapatkan suvenir dari panitia.
Tak hanya itu, UTM juga menyediakan fasilitas penginapan gratis di asrama mahasiswa bagi peserta yang datang dari luar daerah, termasuk orang tua atau wali yang mendampingi. Fasilitas ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab kampus dalam menjamin kenyamanan dan keamanan peserta.
Selama pelaksanaan, panitia mencatat kegiatan berjalan lancar. Meski sempat terjadi insiden kecil, seperti peserta yang mengalami gangguan kesehatan karena belum sarapan, kondisi tersebut dapat segera ditangani dan peserta dapat kembali mengikuti ujian.
UTM sendiri telah tujuh kali dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan UTBK. Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya pelanggaran baik dari peserta maupun panitia.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Kita berharap hingga hari terakhir pelaksanaan UTBK tetap aman dan tidak ada kendala,” pungkasnya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

