Rocky Gerung Sarankan Prabowo Batalkan Kompromi Politik dengan Partai Demi Kepentingan Publik

Jurnalis: Hanum Aprilia
Kabar Baru, Jakarta – Pengamat Politik Rocky Gerung mengimbau Presiden Prabowo Subianto agar mengambil langkah berani dengan membatalkan kompromi politik bersama elite partai.
Menurut Rocky, pemerintahan harus mengalihkan fokus utama pada kepentingan publik ketimbang sekadar mempertahankan kesepakatan koalisi.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Hendri Satrio Official, Rocky menegaskan bahwa penggantian menteri tidak akan menyelesaikan persoalan dasar pemerintahan apabila pola hubungan dengan elite politik tidak berubah.
Ia mendorong Presiden Prabowo untuk membangun komitmen baru yang melibatkan langsung suara rakyat.
“Perjanjian dengan elite harus dibatalkan supaya ada perjanjian baru dengan publik. Presiden harus mendengar suara akademisi, jurnalis, hingga kelompok sipil,” ujar Rocky dikutip oleh Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Senin (10/08/2026).
Segera Evaluasi Kinerja Kabinet
Rocky menilai momentum evaluasi pemerintahan saat ini menjadi kesempatan emas untuk memperkuat hubungan langsung antara pemerintah dan masyarakat.
Langkah ini sangat penting agar setiap kebijakan publik yang lahir benar-benar mencerminkan kebutuhan riil warga.
Selain menyoroti kesepakatan politik, Rocky juga mendorong presiden melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para menteri.
Bagi Rocky, evaluasi kabinet bukan sekadar panggung untuk mengganti figur tertentu, melainkan upaya membangun sistem kerja yang lebih responsif terhadap aspirasi publik.
Ia turut mengkritik pola komunikasi pemerintah yang sejauh ini masih sering berfungsi sebagai sarana membangun citra.
Rocky berharap pemerintah mengubah paradigma tersebut dengan menjadikan komunikasi politik sebagai ruang terbuka untuk mendengarkan masukan dan kritik dari berbagai lapisan masyarakat.
Respon Istana Negara
Di sisi lain, pihak Istana hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana perombakan atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa jika pemerintah nantinya melakukan perubahan susunan kabinet, langkah tersebut kemungkinan besar hanya bertujuan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong.
“Kalaupun mohon maaf ya kalaupun misalnya ada (reshuffle), barangkali untuk mengisi kekosongan-kekosongan dari beberapa posisi yang karena perubahan yang kemarin ditinggalkan oleh pejabat yang lama,” kata Prasetyo.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Dinamikapost.com
Radar Baru
Seedbacklink
