Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Puskesmas Lebak Wangi Masifkan Persalinan di Fasilitas Kesehatan

IMG-20260910-WA0041
Poster - (Foto: Dok/Ist) .

Jurnalis:

Kabar Baru, Banten — UPT Puskesmas Lebak Wangi, Kabupaten Serang, terus memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan memasifkan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Di bawah kepemimpinan drg. Chris, Puskesmas Lebak Wangi tidak hanya berfokus pada pelayanan ketika ibu akan melahirkan, tetapi membangun pendampingan sejak masa kehamilan hingga periode pascapersalinan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap ibu memperoleh persalinan yang aman, ditolong tenaga kesehatan, serta memiliki akses terhadap penanganan dan rujukan apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan.

Upaya mendorong persalinan di fasyankes dilakukan melalui penguatan edukasi kepada ibu hamil, suami, dan keluarga. Puskesmas mengingatkan bahwa persiapan persalinan idealnya dilakukan jauh sebelum tanda-tanda persalinan muncul. Pemeriksaan kehamilan secara rutin, kelas ibu hamil, konseling, pemantauan faktor risiko, hingga penyusunan rencana persalinan menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut.

Keterlibatan keluarga juga diperkuat agar keputusan untuk mendapatkan pertolongan medis dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa keselamatan ibu dan bayi harus menjadi prioritas sejak awal kehamilan. Persalinan di fasilitas kesehatan memberikan kesempatan kepada ibu untuk mendapatkan pemantauan dan pertolongan yang lebih optimal,” ujar drg. Chris.

Penguatan pelayanan juga dilakukan di tingkat Puskesmas. Ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal care (ANC) secara berkala, termasuk pemantauan kondisi kehamilan dan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan serta persalinan. Ketika tiba waktunya melahirkan, Puskesmas Lebak Wangi berupaya memberikan pelayanan yang aman dan nyaman dengan dukungan tenaga kesehatan.

Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, sistem rujukan dipersiapkan agar ibu maupun bayi dapat segera memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi keterlambatan dalam mendapatkan pertolongan yang menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan ibu dan bayi.

Bagi Puskesmas Lebak Wangi, pelayanan persalinan tidak berhenti setelah bayi lahir. Ibu mendapatkan pelayanan masa nifas dan konseling kesehatan, termasuk pelayanan keluarga berencana pascapersalinan.

Sementara itu, bayi mendapatkan pelayanan kesehatan awal, imunisasi, serta skrining sesuai kebutuhan, termasuk Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Puskesmas juga berupaya membantu keluarga dalam pemenuhan kebutuhan administrasi kependudukan bayi, sehingga setelah kelahiran keluarga dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan yang diperlukan.

Ada pula pendekatan yang lebih personal untuk menciptakan pengalaman positif bagi keluarga. Puskesmas Lebak Wangi menyediakan dokumentasi foto gratis bagi ibu yang melahirkan di fasilitas tersebut.

Momen kelahiran dipandang bukan hanya sebagai sebuah proses medis, tetapi juga sebagai peristiwa penting dalam kehidupan sebuah keluarga. Foto tersebut diharapkan menjadi kenangan bagi orang tua ketika pertama kali menyambut buah hati mereka.

“Kami ingin ibu merasa nyaman dan dihargai selama mendapatkan pelayanan. Dokumentasi foto memang sederhana, tetapi kami berharap dapat menjadi kenangan yang baik bagi keluarga setelah melewati proses persalinan,” kata Chris.

Menurut Chris, pendekatan pelayanan seperti itu juga penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas. Fasilitas kesehatan tingkat pertama tidak semata-mata menjadi tempat berobat ketika sakit, tetapi juga dapat menjadi tempat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh sejak sebelum bayi lahir hingga tumbuh dan berkembang.

Karena itu, Puskesmas Lebak Wangi terus berupaya memperkuat kualitas pelayanan sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Melalui gerakan “Yuk, Lahirkan Buah Hati di Puskesmas Lebak Wangi”, Puskesmas mengajak seluruh ibu hamil dan keluarga di wilayah kerja Lebak Wangi untuk mulai merencanakan persalinan sejak dini.

Keluarga diharapkan tidak hanya mempersiapkan perlengkapan bayi, tetapi juga menentukan tempat persalinan, memastikan akses transportasi, mengetahui fasilitas pelayanan yang tersedia, serta memahami kapan harus segera mencari pertolongan.

“Harapan kami, tidak ada lagi ibu yang terlambat mendapatkan pertolongan karena terlambat mengambil keputusan. Kami ingin setiap persalinan dipersiapkan dengan baik dan dilakukan di tempat yang aman. Ketika seorang ibu datang ke Puskesmas Lebak Wangi untuk melahirkan, kami ingin dia merasa bahwa dirinya dan bayinya mendapatkan pelayanan dengan sebaik-baiknya,” ujar Chris.

Dengan penguatan pelayanan dari masa kehamilan, persiapan persalinan, proses kelahiran, masa nifas, pelayanan KB pascapersalinan, imunisasi, skrining bayi, hingga dukungan administrasi kependudukan, Puskesmas Lebak Wangi berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih terintegrasi bagi keluarga.

Persalinan di fasyankes pun tidak sekadar diposisikan sebagai pilihan tempat melahirkan, melainkan sebagai bagian dari upaya bersama untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi sekaligus memberikan pengalaman kelahiran yang aman, nyaman, dan berkesan.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store