Petani Garam Pinggir Papas Pertanyakan Komitmen PT Garam terhadap Pengelola Lahan Produktif

Jurnalis: Zulfikar Rasyid
Kabar Baru, Sumenep – Sejumlah petani garam di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, mempertanyakan komitmen PT Garam terhadap masyarakat yang selama ini mengelola lahan terbengkalai hingga menjadi lahan produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Dalam penyampaian aspirasinya, para petani mengaku kecewa karena merasa janji atas kesepakatan yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat tidak sejalan dengan kondisi yang dihadapi saat ini.
Perwakilan petani garam menyampaikan, lahan yang dulunya terbengkalai dan tidak menghasilkan telah diolah secara mandiri dengan modal, tenaga, dan kerja keras petani hingga mampu menghasilkan produksi garam.
Perwakilan petani garam menyampaikan bahwa PT Garam sebelumnya disebut pernah memberikan kesepakatan dan kesempatan kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tidak produktif. Namun, setelah lahan tersebut berkembang dan memiliki nilai ekonomi, petani garam justru diminta meninggalkan area yang selama ini mereka kelola.
“PT Garam pernah berjanji memberikan kesempatan kepada petani yang mengelola lahan terbengkalai, tetapi sekarang petani justru diminta meninggalkan lahan yang telah mereka produktifkan.” Ungkap perwakilan petani garam
Para petani menilai kondisi tersebut mencederai kesepakatan dan keadilan bagi masyarakat yang telah berjuang menghidupkan kembali lahan yang sebelumnya tidak memberikan manfaat. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan lahan tersebut menjadi produktif tidak terlepas dari peran dan kerja keras masyarakat selama bertahun-tahun.
Selain menuntut kepastian terkait hak pengelolaan lahan, petani garam juga meminta PT Garam untuk membuka ruang dialog yang transparan dan melibatkan masyarakat dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan masa depan lahan garam di wilayah tersebut.
Mereka berharap PT Garam dapat menunjukkan komitmen nyata terhadap pemberdayaan petani lokal dan menghormati kontribusi masyarakat yang telah membantu meningkatkan produktivitas kawasan garam.
Masyarakat juga meminta pemerintah daerah serta instansi terkait untuk turun tangan memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut agar tidak berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan.
Petani garam berharap mendapatkan ruang dialog interaktif dengan mewujudkan keadilan dan berpihak pada kepentingan masyarakat, hal ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sosial dan keberlanjutan sektor pergaraman di Kabupaten Sumenep, khususnya di desa Pinggir Papas.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
