Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

PB PMII Pasang Badan untuk Kapolri Suyudi di Tengah Kasus Penyadapan Presiden

kabarbaru.co
Ahmad Syahrul Fadhil, Sekretaris Jenderal PB PMII. (Foto: Dok. PB PMII).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyatakan dukungan kepada Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto di tengah sorotan publik atas kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Organisasi mahasiswa itu menilai situasi ini menjadi ujian sekaligus kesempatan bagi Polri untuk membuktikan institusinya tetap solid dan dapat diandalkan masyarakat.

Kasus tersebut menyeret sejumlah perwira tinggi Polri. Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Irjen Eko Hadi Santoso dan Irjen Ahrie Sonta sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo. Selain Presiden, penyadapan itu diduga menyasar pejabat negara, tokoh politik, media massa, ormas, LSM, hingga kalangan pengusaha. Belakangan, Kadiv TIK Polri Irjen Slamet Uliandi ditetapkan sebagai tersangka keempat. Presiden Prabowo kemudian mencopot Listyo dari jabatan Kepala Staf Presiden.

Sekretaris Jenderal PB PMII Ahmad Syahrul Fadhil mengatakan, meski baru sekitar satu bulan menjabat, Suyudi sudah menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas. Menurut dia, keberanian membenahi persoalan internal menjadi modal penting untuk memulihkan kepercayaan publik.

“Kami melihat Kapolri Suyudi hadir dengan sikap yang tegas dan terbuka. Di masa awal kepemimpinannya, beliau tidak memilih jalan aman, tapi berani menghadapi persoalan. Sikap seperti ini yang dibutuhkan Polri hari ini, dan PMII siap berdiri bersama Kapolri,” ujar pria yang akrab disapa Ruli itu di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Syahrul menegaskan, ulah segelintir oknum tidak semestinya membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap Polri secara keseluruhan. Ia mengingatkan, masih banyak anggota Polri yang bekerja sungguh-sungguh di lapangan, menjaga keamanan dan melayani masyarakat setiap hari.

“Jangan sampai karena ulah sebagian orang, seluruh institusi ikut dicurigai. Polri harus tetap solid dari pusat sampai ke daerah. Soliditas inilah yang akan membuat Polri kuat dan dipercaya rakyat,” katanya.

Mitra kritis

Syahrul menilai keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama sehingga Polri tidak bisa bekerja sendirian. Karena itu, ia mendorong Polri di bawah Suyudi semakin dekat dengan masyarakat, mendengar keluhan warga, serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan.

“Polisi yang kuat adalah polisi yang dekat dengan rakyatnya. PMII siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra kerja Polri, baik dalam menjaga kondusivitas di daerah maupun dalam membangun kesadaran hukum di kalangan anak muda,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing isu yang beredar di media sosial, terutama narasi yang sengaja dibangun untuk membenturkan masyarakat dengan aparat. Publik, kata dia, sebaiknya tetap tenang dan memberi ruang bagi Kapolri untuk bekerja.

“Kami percaya, di bawah kepemimpinan Kapolri Suyudi, Polri bisa semakin solid dan semakin dipercaya. Tugas kita bersama adalah menjaga agar kepercayaan itu terus tumbuh. Polri dan masyarakat harus berjalan beriringan, bukan saling menjauh,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store