Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

MotoGP Mandalika 2026 Segera Digelar, DEMA UIN Mataram Soroti Penanganan TBC di NTB

Ilustrasi MotoGP dan Penyakit TBC.
Ilustrasi MotoGP dan Penyakit TBC..

Jurnalis:

Kabar Baru, Mataram – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melayangkan kritik terbuka terhadap tolok ukur kesiapan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) dalam menyambut gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026.

DEMA UIN Mataram menilai megahnya persiapan sirkuit dan akomodasi di KEK Mandalika tidak boleh menutupi realita tantangan kesehatan masyarakat, khususnya tingginya angka kasus Tuberkulosis (TBC) dan TBC Resistan Obat (TB RO).

Penyelenggaraan balap motor dunia yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit tersebut dipastikan memicu lonjakan mobilitas ribuan wisatawan domestik dan mancanegara.

Namun, berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Dinas Kesehatan Provinsi NTB, capaian penemuan kasus TBC pada 2025 baru menyentuh angka 61,31 persen dari target nasional. Sementara pada triwulan I 2026, penemuan kasus baru berada di angka 13,83 persen. Indikator keberhasilan pengobatan, investigasi kontak, hingga Terapi Pencegahan TBC (TPT) juga dilaporkan masih di bawah target nasional.

Presiden Mahasiswa UIN Mataram, Ahmad Hilman Halim, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh hanya sibuk membangun citra kesiapan fisik dan keselamatan event, namun abai pada transparansi risiko kesehatan menular.

“Kami tidak menolak keberadaan MotoGP di Mandalika, tetapi kesiapan NTB menyambut dunia jangan hanya diukur dari mulusnya sirkuit atau kesiapan tenda medis darurat selama tiga hari balapan. Kesiapan sejati sebuah daerah dipertaruhkan pada seberapa kuat sistem kesehatannya mencegah, mengusut, dan memutus rantai penularan TBC bagi warga lokal maupun wisatawan,” ujar Ahmad Hilman Halim di Mataram, Sabtu (19/9/2026).

Informasi Risiko bagi Wisatawan

Hilman menjelaskan, TBC dan TB RO merupakan ancaman kesehatan serius yang menular melalui udara, terutama di ruang-ruang interaksi dengan ventilasi terbatas. Fakta bahwa Dinkes NTB masih menggelar gerakan Gebrak TB atau skrining aktif hingga September 2026 membuktikan bahwa penanganan TBC di NTB masih dalam tahap perjuangan keras memutus rantai penularan.

Oleh karena itu, DEMA UIN Mataram mendorong pemerintah daerah untuk memberikan informasi pariwisata yang utuh dan transparan. Wisatawan berhak mengetahui tidak hanya keindahan destinasi Mandalika, melainkan juga peta ketahanan dan mitigasi risiko kesehatan di daerah yang mereka kunjungi.

“Wisatawan punya hak untuk mendapatkan informasi yang jujur. Jangan hanya memberikan pesan ‘Datanglah ke Mandalika’, tetapi sembunyikan pekerjaan rumah kesehatan di bawah karpet gempita ajang internasional. Transparansi risiko justru wujud dari jaminan rasa aman yang sejati bagi para tamu,” tegas Hilman.

Peta Keamanan Kesehatan Lintas Sektor

Merespons skenario mitigasi kebencanaan dari BPBD NTB yang fokus pada cuaca ekstrem, kebakaran, dan jalur evakuasi, DEMA UIN Mataram mendesak agar variabel pengendalian penyakit menular dimasukkan sebagai bagian integral dari sistem keamanan pariwisata (health security).

Hilman mengingatkan bahwa euforia ajang MotoGP akan usai dalam hitungan hari saat bendera finish dikibarkan, namun dampak peningkatan mobilitas dan masalah TBC akan tetap dirasakan oleh masyarakat NTB dalam jangka panjang jika tidak ditangani secara menyeluruh.

Melalui dorongan kritis ini, DEMA UIN Mataram berharap Pemprov NTB dan jajaran dinas terkait dapat merespons tantangan TBC secara terbuka, meningkatkan alokasi penanganan sistemik, serta memastikan bahwa reputasi pariwisata NTB dibangun di atas fondasi keamanan kesehatan yang nyata dan tepercaya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store