Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

KPK Didesak Segera Tahan Satori dan Heri Gunawan Terkait Korupsi CSR BI

Desain tanpa judul - 2026-01-12T024606.537
Politisi Partai Nasdem, Satori dan Politisi Partai Gerindra, Heri Gunawan (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini berada di bawah tekanan publik setelah gagal menepati janji untuk menahan dua Anggota DPR RI, Satori dan Heri Gunawan.

Hingga memasuki pekan kedua Januari 2026, kedua tersangka kasus dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) tersebut masih bebas menghirup udara segar.

Padahal, Satori (politisi Nasdem) dan Heri Gunawan (politisi Gerindra) sudah menyandang status tersangka sejak Agustus 2025.

Kasus yang menyeret keduanya diduga kuat telah merugikan keuangan negara hingga Rp25,38 miliar.

Sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, sempat menebar janji bahwa penahanan akan dilakukan sebelum tahun 2025 berakhir.

Namun, janji tersebut kini terbukti melampaui pergantian tahun.

Marwah Lembaga Jadi Pertaruhan

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, melayangkan kritik tajam atas ketidakpastian hukum ini.

Ia menilai sikap KPK yang membiarkan tersangka tetap bebas hanya akan memperburuk citra DPR dan lembaga antirasuah itu sendiri di mata masyarakat.

“Jangan terus mengulur waktu, karena ketidakjelasan ini merusak marwah KPK sekaligus DPR,” tegas Lucius Karus kepada Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Senin (12/01/2026).

Menurutnya, ketegasan KPK menjadi syarat mutlak agar institusi wakil rakyat bersih dari oknum yang tersandung kasus korupsi.

Sentilan Penyidik Masuk Angin

Lebih jauh, Lucius menengarai adanya praktik tebang pilih dalam penegakan hukum di Indonesia.

Ia menyoroti kontrasnya perlakuan KPK yang sangat agresif terhadap pejabat daerah, namun justru tampak tumpul saat berhadapan dengan elit politik di tingkat pusat seperti Anggota DPR.

“Kita melihat KPK sangat cepat menindak kepala daerah, tapi justru terlihat ragu menghadapi tokoh berpengaruh di nasional. Ini menjadi ujian integritas bagi KPK untuk membuktikan bahwa mereka tidak tajam ke bawah namun tumpul ke atas,” lanjut Lucius.

Publik kini terus menagih realisasi janji KPK yang sebelumnya menyatakan penahanan hanya tinggal menunggu waktu.

Jika KPK terus menunda, kecurigaan bahwa penyidik telah masuk angin akan semakin menguat dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di tanah air.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store