KPK Didesak Periksa Gito Huang, Bos Asli di Balik Layar Blueray Cargo

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabar Baru, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadapi tantangan besar untuk tidak sekadar berhenti pada penetapan John Field sebagai tersangka.
Publik kini menyoroti keberanian lembaga antirasuah tersebut untuk membongkar peran Gito Huang, sosok yang diduga kuat merupakan pemilik asli sekaligus pengendali PT Blueray Cargo di balik layar.
Pakar hukum dari Universitas Bung Karno, Hudi Yusuf, menegaskan bahwa KPK harus segera menelusuri latar belakang Gito Huang jika sudah ada kecurigaan kuat.
Menurutnya, penyidik wajib mengurai sejauh mana keterlibatan aktif Gito dalam perkara dugaan suap kepada oknum Bea Cukai demi mengkondisikan jalur impor.
“Penyidik harus membuktikan keterlibatan aktif yang bersangkutan. Jika konstruksi hukumnya kuat dan alur perbuatannya terang, maka Gito Huang maupun korporasi Blueray sangat mungkin menyandang status tersangka,” tegas Hudi kepada Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Selasa (17/02/2026).
Jejak Digital dan Bisnis Gito Huang
Meski situs resmi perusahaan tidak mencantumkan namanya, penelusuran di media sosial mengungkap keterkaitan erat Gito dengan Blueray Cargo.
Sejumlah akun LinkedIn pejabat perusahaan forwarder tersebut terpantau terkoneksi langsung dengan akun Gito Huang.
Gito yang kabarnya lebih sering menetap di China ini disinyalir memiliki gurita bisnis di Indonesia, mulai dari aplikasi, portal berita, hingga industri hiburan.
Melalui PT Komunitas Anak Bangsa (Koanba), ia pernah membangun aplikasi Kipaskipas.
Selain itu, ia juga mengelola media online Pinusi yang sempat mendapat teguran Dewan Pers karena dugaan struktur redaksi fiktif.
Jejaknya di dunia hiburan juga cukup nyata. Gito tercatat sebagai Eksekutif Produser film Anak Kunti dan memiliki kedekatan dengan sejumlah kalangan artis.
Kantornya di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, bahkan kerap menjadi lokasi syuting siniar ternama seperti Podskuy.
KPK Wajib Tahan Bos Asli Blueray Cargo
Menanggapi desakan publik, KPK menyatakan membuka peluang untuk memanggil Gito Huang guna mendalami kasus suap impor di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Lembaga ini masih terus mengumpulkan informasi terkait peran Gito yang disebut-sebut sebagai bos asli Blueray Cargo, bukan sekadar John Field yang saat ini sudah ditahan.
“KPK membuka peluang memanggil pihak-pihak yang penyidik pandang perlu dan dibutuhkan untuk mengungkap perkara ini agar menjadi terang benderang,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Pendalaman terus dilakukan untuk memastikan konstruksi perkara suap jalur impor ini menjadi utuh.
Publik kini menunggu langkah konkret KPK untuk menyeret aktor intelektual di balik skandal yang mencederai sistem kepabeanan negara tersebut.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

