Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

JKSN DIY Nyatakan Dukungan Penuh kepada KH. Asep Saifuddin Chalim sebagai Rois ‘Am NU

WhatsApp Image 2026-01-26 at 12.15.57
JKSN DIY Nayatakan dukungan kepada KH. Asep Saifuddin Chalim sebagai Rois ‘Am Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. (Foto: Dok/Ist)..

Jurnalis:

Kabar Baru, Yogyakarta Menjelang penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mendatang, dinamika pembicaraan mengenai figur kepemimpinan tertinggi jam’iyyah kian menguat. Posisi Rois ‘Am dipandang strategis karena menyangkut arah keulamaan, penjagaan khittah, serta kesinambungan peran NU sebagai penopang moderasi Islam dan kebangsaan. Dalam konteks itu, Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan pernyataan sikap dengan menegaskan dukungan penuh kepada KH. Asep Saifuddin Chalim sebagai Rois ‘Am Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

JKSN DIY menilai, NU saat ini berada pada titik krusial dalam perjalanan sejarahnya. Di tengah arus globalisasi, digitalisasi dakwah, serta penetrasi ideologi transnasional, NU dihadapkan pada tantangan serius untuk mempertahankan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah agar tetap hidup, relevan, dan menjadi rujukan keilmuan yang menenteramkan. Tantangan tersebut menuntut kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga berakar pada tradisi pesantren dan memiliki visi kebangsaan yang jelas.

Pada saat yang sama, dinamika internal organisasi—mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan, konsistensi khittah perjuangan, hingga kebutuhan merawat persatuan dan kepercayaan warga nahdliyin—memerlukan sosok Rois ‘Am yang mampu meredam friksi, memperkuat konsensus ulama, dan mengembalikan marwah NU sebagai jaminan moral, keilmuan, dan kebangsaan bagi umat. Tantangan eksternal berupa tuntutan publik agar NU tetap menjadi penjaga moderasi, perekat pluralisme, serta penopang peradaban Islam yang ramah dan inklusif, semakin menegaskan pentingnya figur pemimpin yang visioner, berintegritas, dan berakar kuat pada tradisi keulamaan.

“Atas dasar pertimbangan tersebut, JKSN DIY menyatakan dukungan penuh kepada KH. Asep Saifuddin Chalim sebagai Rois ‘Am NU,” demikian ditegaskan dalam pernyataan resmi oleh Kang Nur Kholik, Penasehat JKSN DIY. Dukungan ini didasarkan pada penilaian menyeluruh atas kualifikasi keulamaan, kapasitas kepemimpinan, serta rekam jejak pengabdian beliau bagi umat, pesantren, dan bangsa.

Dari sisi keulamaan, KH. Asep Saifuddin Chalim dinilai memenuhi kualifikasi aliman, faqihan bi ulumiddin mashalihil ummah, zahidan, muru’atan, futuwwah, muharrikan, serta amilan ‘ala sabilillah dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Kualifikasi tersebut tidak hanya bersifat normatif, tetapi tercermin dalam kiprah dan praktik kepemimpinan beliau selama ini.

JKSN DIY juga menyoroti rekam jejak historis dan keterikatan ke-NU-an KH. Asep. Beliau merupakan putra dari KH. Abdul Chalim Leuwimunding, salah satu ulama pendiri NU yang berperan strategis dalam menjaga dan mengembangkan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Keterhubungan historis ini dipandang memberikan legitimasi moral dan kultural yang kuat bagi kepemimpinan beliau di lingkungan jam’iyyah.

Dalam bidang pendidikan pesantren, KH. Asep dikenal sebagai pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Melalui pesantren tersebut, beliau mengembangkan visi pendidikan yang berorientasi masa depan—menghasilkan santri yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, berwawasan global, serta mampu berkontribusi dalam berbagai ranah kehidupan umat dan bangsa. Visi tersebut tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan dalam kurikulum dan program strategis yang berfokus pada kualitas lulusan.

Dari sisi organisasi, KH. Asep juga dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan yang matang. Selain memimpin jaringan pesantren, beliau pernah dan tengah berperan aktif dalam penguatan organisasi guru NU melalui Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU). Kiprah ini menunjukkan kemampuan beliau dalam membangun jaringan, menggerakkan sumber daya manusia, serta memperkuat daya organisasi NU di berbagai level.

Pengakuan nasional terhadap dedikasi KH. Asep turut menjadi pertimbangan JKSN DIY. Sejumlah penghargaan, termasuk Bintang Mahaputera Nararya serta apresiasi dari lembaga nasional di bidang pendidikan dan kesehatan, dinilai mencerminkan keberpihakan beliau tidak hanya pada dunia pesantren, tetapi juga pada kemajuan bangsa secara luas.

Melalui kepemimpinan yang mengintegrasikan nilai tradisi pesantren dengan pendekatan yang moderat dan inklusif, KH. Asep Saifuddin Chalim dipandang mampu menjalin hubungan yang sehat antar-elemen NU, membangun komunikasi yang kuat, serta memotivasi kyai, santri, dan warga nahdliyin untuk terus bergerak maju. Dengan kepemimpinan yang demikian, JKSN DIY meyakini NU akan semakin kuat, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman, seraya tetap menjaga identitas dan marwah keulamaan sebagai rumah besar ulama dan umat.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store