Gelar Seminar Bareng Aplikasi Pinjol, Kampus di Malang Ini Panen Kecaman Warganet

Jurnalis: Agung Wahyudi
Kabar Baru, Jakarta – Sebuah institusi perguruan tinggi di Malang mendadak menjadi sorotan tajam di berbagai platform media sosial. Langkah manajemen kampus yang menggandeng sejumlah platform pinjaman online (pinjol) dalam sebuah acara sosialisasi memicu gelombang kecaman masif dari warganet.
Kehebohan ini bermula dari unggahan akun Instagram @manangsoebeti_official atau Pak Bray. Dalam unggahannya, ia menilai kehadiran platform pinjaman daring (pindar) di lingkungan akademik sama saja dengan menjerumuskan mahasiswa ke dalam jeratan utang yang berkepanjangan.
“Pindar masuk ke kampus. Ya Allah bayarnya pakai apa nanti adek-adek itu buat nyicil hutang dan bunganya,” tulis akun tersebut dalam unggahan yang viral pada Kamis (25/6/2026).
Unggahan tersebut langsung memantik reaksi kritis dari publik. Banyak masyarakat menyayangkan kebijakan pihak kampus yang kurang bijak dalam memilah mitra kegiatan. Sebagian netizen bahkan melayangkan komentar pedas yang menyoroti kontras antara nilai-nilai institusi pendidikan dengan penyedia layanan yang kental dengan praktik bunga tinggi.
Informasi dari sumber internal mengungkapkan bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) merupakan pihak penyelenggara agenda tersebut. Acara bertajuk Pindar Mengajar “Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” ini berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pihak FEB membenarkan pelaksanaan seminar yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) tersebut. Berdasarkan data panitia, acara ini menghadirkan sejumlah petinggi industri finansial berbasis digital selaku narasumber, antara lain:
Puji Sukaryadi (Head of Brand & Communications Kredit Pintar)
Defrian Afdi (Direktur IT & Ops KrediOne)
Handi Juniandri (Direktur Utama Samir)
Shintya Maulida (Direktur Pengembangan Bisnis UATAS)
Yulvina Napitupulu (Direktur Utama Indosaku)
Pihak fakultas menegaskan bahwa pelaksanaan agenda ini justru bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa mengenai risiko nyata dan bahaya dari penggunaan pinjaman daring, baik yang ilegal maupun legal yang tidak terukur.
“Benar ada seminar itu kemarin. Tapi konteksnya untuk literasi kepada mahasiswa agar tidak jatuh ke pinjol,” ujar Harun, salah satu dosen FEB sekaligus panitia penyelenggara saat memberikan klarifikasi, Kamis (25/6/2026).
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
