DPR Desak Menkes Investigasi dan Sanksi Para Nakes yang Bully Pasien BPJS

Jurnalis: Muhammad Iqbal
Kabar Baru, Jakarta – Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menginvestigasi secara transparan kasus meninggalnya Yurizal, seorang pasien BPJS Kesehatan yang sempat viral di media sosial.
Kasus ini menuai gelombang kritik publik setelah sejumlah tenaga kesehatan (nakes) memberikan komentar nirempati terhadap almarhum yang sebelumnya mengeluhkan kesulitan mendapatkan ruang perawatan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya pasien tersebut.
Politisi Partai Golkar ini menegaskan bahwa seluruh tenaga medis wajib memberikan pelayanan terbaik tanpa membeda-bedakan status pasien.
“Pertama, saya menyatakan ikut berduka cita atas meninggalnya pasien tersebut. Kedua, para nakes dan tenaga medis harus memberikan layanan terbaik kepada setiap pasien, termasuk pasien BPJS Kesehatan,” ujar Yahya.
Yahya turut menyoroti kendala pelayanan di lapangan yang berakibat fatal.
Lamanya waktu tunggu pasien untuk mendapatkan penanganan medis mencerminkan buruknya kualitas layanan rumah sakit, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan tindakan cepat.
Oleh karena itu, ia meminta Kemenkes mengambil langkah konkret dan menindak tegas oknum nakes yang melanggar etika profesi.
“Kemenkes harus memberikan teguran keras kepada tenaga kesehatan dan tenaga medis yang tidak berempati kepada pasien, apalagi terhadap pasien BPJS Kesehatan,” tegas Yahya.
Ia juga mendesak pemerintah membuka hasil investigasi terkait rumah sakit bermasalah tersebut secara terbuka kepada publik.
“Kemenkes harus melakukan investigasi secara terbuka rumah sakit mana yang tidak memberikan pelayanan dengan baik tersebut, sehingga mengakibatkan pasien meninggal karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik,” lanjutnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyayangkan munculnya komentar negatif dari oknum nakes di media sosial.
“Kemenkes menyayangkan beredarnya komentar dari sebagian tenaga medis/tenaga kesehatan di media sosial yang terkesan tidak berempati terhadap pasien maupun keluarganya yang sedang menjalani pelayanan kesehatan,” kata Aji.
Aji mengingatkan para tenaga medis agar selalu mengedepankan empati, berkomunikasi secara bijak, dan menjaga profesionalisme saat beraktivitas di ruang digital.
“Kami mengimbau sebaiknya kita semua mengedepankan empati dan komunikasi yang baik dalam menanggapi sebuah peristiwa di masyarakat. Pada konteks ini harus bijak dalam bermedia sosial. Hal ini juga merupakan bagian dari profesionalisme tenaga medis dan tenaga kesehatan,” imbau Aji.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
