Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

BPJS Ketenagakerjaan Siap Lindungi 100 Pengayuh Becak Listrik di Purwakarta

IMG_20261008_071428
Penyerahan simbolis bantuan becak listrik kepada para pengayuh becak di Kabupaten Purwakarta.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Sebanyak 100 pengayuh becak listrik di Kabupaten Purwakarta disiapkan mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Pemerintah Kabupaten Purwakarta bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwakarta tengah menyiapkan kepesertaan bagi para penerima manfaat tersebut.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwakarta, Royyan Huda, mengatakan pihaknya siap mendukung proses kepesertaan dan perlindungan jaminan sosial bagi 100 pengayuh becak listrik tersebut.

“Sesuai arahan dari Bupati Purwakarta, BPJS Ketenagakerjaan Purwakarta siap membantu proses perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi 100 pengemudi becak listrik di Purwakarta,” kata Royyan, Kamis (8/10/2026).

Menurut Royyan, perlindungan jaminan sosial penting bagi para pengayuh becak karena pekerjaan tersebut mengandalkan aktivitas fisik dan dilakukan di ruang publik sehingga memiliki risiko kecelakaan kerja. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena sebagian penerima manfaat merupakan pengayuh yang telah memasuki usia lanjut.

Komitmen perlindungan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyerahan 100 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada para pengayuh becak di Kabupaten Purwakarta.

Bantuan secara simbolis diserahkan di Alun-Alun Kiansantang, Jalan Mr. Dr. Kusumaatmadja, Purwakarta, Rabu (30/9/2026). Penyerahan dilakukan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein bersama Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan.

Dalam kegiatan tersebut, Firman menilai pemberian kendaraan untuk meringankan beban fisik para pengayuh perlu diikuti dengan perhatian terhadap aspek perlindungan sosial.

Menurutnya, sebagian penerima manfaat merupakan masyarakat berusia lanjut yang masih mengandalkan pekerjaan sebagai pengayuh becak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Bagaimanapun juga, usia seperti ini membutuhkan jaminan. Kalau bisa, Pak Bupati mengupayakan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Firman.

Ia berharap para pengayuh tidak hanya mendapatkan sarana pendukung pekerjaan, tetapi juga memperoleh perlindungan ketika menghadapi risiko yang berkaitan dengan aktivitas kerja.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan, bantuan becak listrik diberikan kepada pengayuh yang masih aktif bekerja, terutama mereka yang telah berusia sekitar 55 tahun ke atas dan mulai mengalami keterbatasan tenaga untuk mengayuh becak konvensional.

“Ini bentuk kasih sayang Pak Prabowo terhadap masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di Purwakarta. Pengayuh becak di Purwakarta yang usianya sudah 55 tahun dan sudah tidak kuat lagi mengayuh, diberikan becak listrik oleh Pak Presiden,” kata Om Zein.

Menurut Om Zein, para penerima manfaat tetap dapat menjalankan aktivitas di lokasi mangkal masing-masing. Becak listrik tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan transportasi jarak dekat bagi masyarakat, termasuk menuju pasar dan fasilitas umum.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga akan mengambil bagian dalam pembiayaan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para penerima manfaat.

“Untuk biaya iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi penerima manfaat becak listrik, akan saya bayarkan sampai Desember atau akhir tahun 2026. Selanjutnya akan ditanggung pemerintah daerah,” kata Om Zein.

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan perlindungan jaminan sosial bagi para pengayuh tidak berhenti pada tahap pendaftaran, tetapi dapat terus berlanjut setelah masa pembiayaan awal berakhir.

Dengan adanya becak listrik, para pengayuh diharapkan tetap dapat menjalankan mata pencaharian dengan beban fisik yang lebih ringan. Sementara perlindungan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan memberikan jaminan ketika mereka menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaannya.

Di sisi lain, Firman meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta turut memperhatikan fasilitas pendukung kendaraan, terutama tempat pengisian daya.

Ia berharap tersedia lokasi pengisian daya yang mudah diakses dan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh para penerima manfaat.

“Untuk pengisian daya, kami mohon Pak Bupati bisa menyiapkan tempat pengisian becak listrik. Kalau bisa pengisiannya gratis bagi para penerima manfaat,” ujarnya.

Firman juga mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga becak listrik yang telah diterima. Kendaraan tersebut merupakan amanah dan tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan, disewakan maupun digadaikan.

“Tolong dirawat baik-baik dan jangan dijual, jangan direntalkan, dan jangan digadaikan. Ini pemberian amanah yang diberikan kepada bapak-bapak melalui Yayasan GSN,” katanya.

Ia menyebut nilai satu unit becak listrik sekitar Rp22 juta, termasuk biaya pengiriman. Sebelum digunakan, para penerima manfaat juga telah mendapatkan pelatihan mengenai pengoperasian kendaraan tersebut.

Program tersebut diharapkan memberikan manfaat yang lebih menyeluruh bagi para pengayuh becak di Purwakarta. Bantuan kendaraan menjadi sarana untuk mengurangi beban fisik saat bekerja, sedangkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman terhadap risiko yang mungkin dihadapi selama menjalankan pekerjaan.

Bagi para pengayuh yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan tersebut, jaminan sosial menjadi salah satu aspek penting agar mereka dapat tetap bekerja sekaligus memperoleh perlindungan ketika menghadapi risiko dalam aktivitas kerja. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store