DLH Sumenep Diminta Atasi Sampah di Perbatasan Karanganyar–Pinggir Papas

Jurnalis: Rifan Anshory
Kabar Baru, Sumenep — Tumpukan sampah di perbatasan Desa Karanganyar dan Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Sumenep, dikeluhkan warga karena sudah menggunung dan meluber ke bahu jalan.
Berdasarkan pantauan, sampah yang didominasi limbah rumah tangga itu menumpuk di area padat penduduk.
Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat, terutama saat musim hujan, dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Seorang warga setempat berinisial AR mengaku sangat terganggu dengan keberadaan tumpukan sampah tersebut.
“Baunya makin menyengat kalau hujan turun. Airnya mengalir ke jalan dan membuat lingkungan kotor. Kami juga khawatir jadi sumber penyakit,” ujarnya, Kamis (13/11).
AR menambahkan, persoalan sampah seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak.
“Persoalan sampah hari ini bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga tanggung jawab bersama. Volume sampah yang terus meningkat setiap hari menjadi persoalan baru di tengah masyarakat, apalagi musim hujan rawan penyakit dan menyebabkan bau menyengat yang mengganggu warga sekitar,” katanya.
Ia juga menilai, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam penanganan masalah ini.
“Pemerintah daerah, termasuk DLH, memang memiliki kewajiban dalam penyediaan kontainer, fasilitas alat angkut, dan yang paling penting adalah pengelolaan sampah. Melalui daur ulang, sampah bisa dikurangi dan bahkan menciptakan ekonomi baru dari ekosistem pengolahan sampah,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penanganan tumpukan sampah di lokasi tersebut.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

