Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Dari Kawih Sinom, BNN Jabar Kobarkan Perang terhadap Narkoba

IMG_20260904_103443
Penampilan kawih sinom bertema antinarkoba di Kota Bandung sebagai pesan budaya untuk mengajak generasi muda menjauhi narkoba.

Jurnalis:

Kabar Baru, Bandung – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui pendekatan seni dan budaya.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Pasanggiri Agung Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa”, sebuah ajang seni yang mengangkat karya Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring itu mendapat antusiasme masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda di Jawa Barat. Proses pendaftaran dan pengiriman karya berlangsung pada 10 hingga 31 Agustus 2026.

Sedikitnya 182 peserta ambil bagian dalam pasanggiri yang memadukan seni tradisional Sunda dengan pesan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Seluruh karya peserta selanjutnya melalui tahapan seleksi untuk menentukan peserta terbaik yang akan melaju ke babak final. Adapun grand final Pasanggiri Agung Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” dijadwalkan berlangsung pada 14 September 2026 di Gedung Yayasan Kebudayaan Bandung (YKB), kawasan Braga, Kota Bandung.

Ajang tersebut memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat. Lebih dari sekadar kompetisi seni, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar, pemuda, dan masyarakat untuk menyampaikan pesan antinarkoba melalui ekspresi seni yang berakar pada budaya Sunda.

Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, pasanggiri tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari peserta dengan kemampuan vokal terbaik. Menurutnya, seni dapat menjadi media komunikasi yang efektif dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba.

“Pasanggiri Agung Narkoba Musuh Bangsa ini merupakan salah satu upaya mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama melawan narkoba melalui seni dan budaya,” ujar Sulistyo di Bandung, Jumat (4/9/2026).

Ia menilai penyampaian pesan pencegahan narkoba melalui kawih sinom memiliki nilai strategis karena menggunakan medium budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa Barat.

Pesan mengenai bahaya narkoba pun diharapkan dapat lebih mudah diterima dan dipahami, terutama oleh kalangan pelajar dan generasi muda.

“Tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa seni dan budaya memiliki potensi besar sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkoba secara kreatif dan positif,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kepala BNN RI dan Gubernur Jawa Barat.

BNN Provinsi Jawa Barat turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan dewan juri yang telah mengikuti serta menjalankan tahapan seleksi secara objektif. Dari proses tersebut akan ditetapkan peserta terbaik dari kategori umum dan pelajar untuk tampil pada babak final.

Tidak berhenti pada pelaksanaan pasanggiri, karya Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” juga tengah diproses untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Karya tersebut direncanakan menjadi bagian dari program Desa Bersinar serta diintegrasikan dengan materi Inovasi Keluarga Antinarkoba (IKAN). Selanjutnya, materi tersebut diharapkan dapat disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dikembangkan sebagai salah satu muatan lokal dalam memperkuat edukasi pencegahan narkoba berbasis budaya.

Sulistyo menegaskan, pendekatan seni dan budaya merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk membangun benteng perlindungan bagi generasi muda dari ancaman narkoba.

Melalui kegiatan tersebut, pelajar, pemuda, dan masyarakat diajak mengisi ruang kreativitas dengan aktivitas yang sehat, produktif, dan positif, sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

Pesan yang dibangun pun sederhana, tetapi kuat. Generasi muda perlu memiliki ruang untuk berekspresi secara sehat dan kreatif agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Dengan demikian, Pasanggiri Agung Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni, tetapi juga bagian dari gerakan budaya untuk menyuarakan perlawanan terhadap narkoba.

Melalui seni tradisional Sunda, BNN Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa upaya melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba dapat dilakukan melalui pendekatan yang kreatif, humanis, edukatif, sekaligus berakar pada kearifan lokal Jawa Barat.***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store