Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Dari Gagal Masuk FK, Wawah Sri Sunenti Raih Putri Budaya Banten 2026

Picture4
Wawah Sri Sunenti saat menerima sertifikat pada ajang Putra Putri Budaya Banten 2026. Dokumentasi pribadi..

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Predikat Persahabatan dalam ajang Putra Putri Budaya Banten 2026 menjadi pencapaian baru bagi Wawah Sri Sunenti. Di balik penghargaan tersebut, tersimpan perjalanan panjang seorang perempuan muda asal Banten yang berusaha mengubah keterbatasan ekonomi menjadi dorongan untuk terus belajar, bekerja, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. 

Keikutsertaan Wawah dalam ajang Putra Putri Budaya Banten berawal dari keinginannya untuk mengenal lebih dekat kebudayaan di provinsi tempat ia dilahirkan. Selama menjadi finalis, ia menjalani berbagai proses pembekalan sekaligus berupaya memperkenalkan kekayaan budaya Banten kepada masyarakat. 

Perjalanan tersebut kemudian mengantarkannya meraih predikat Putri Budaya Banten Persahabatan 2026. Baginya, penghargaan itu tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga pengingat bahwa budaya dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan, memperluas wawasan, dan menumbuhkan kepedulian antargenerasi. 

Wawah Sri Sunenti saat menerima sertifikat pada ajang Putra Putri Budaya Banten 2026. Dokumentasi pribadi.

Dari Penolakan FK Menuju Kesempatan KIP Kuliah 

Setelah lulus SMA, Wawah sempat menjalani masa jeda selama satu tahun karena belum berhasil lolos ke Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi negeri. Kondisi ekonomi keluarga saat itu juga membuatnya menyadari bahwa kesempatan melanjutkan pendidikan sangat bergantung pada bantuan biaya pendidikan. 

Kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti mencoba. Pada 2021, ia kembali mengikuti berbagai jalur seleksi, mulai dari seleksi perguruan tinggi negeri, pendidikan keperawatan di bawah Kementerian Kesehatan, hingga lebih dari lima seleksi perguruan tinggi swasta melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP Kuliah. 

Kesempatan akhirnya datang ketika Wawah dinyatakan lolos sebagai penerima KIP Kuliah di Politeknik LP3I Kampus Utama Bandung pada Program Studi D3 Manajemen Informatika. Program tersebut membantunya menempuh pendidikan tanpa harus membayar biaya kuliah sekaligus memperoleh bantuan biaya hidup hingga menyelesaikan studi pada 2024. 

“Ketika belum berhasil masuk Fakultas Kedokteran, saya sempat merasa tertinggal. Namun, keadaan justru mengajarkan saya bahwa jalan menuju masa depan tidak hanya tersedia dalam satu pilihan. Selama masih mau mencoba, selalu ada kemungkinan menemukan jalan yang lain,” ujar Wawah. 

Membagi Waktu antara Kuliah, Organisasi, dan Kerelawanan 

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Wawah juga memilih terlibat dalam kegiatan sosial. Pada akhir 2021, ia mengikuti seleksi Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Kabupaten Tangerang. Ia berhasil lolos, kemudian dilantik bersama para relawan lainnya oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang dan masih aktif dalam kegiatan kerelawanan hingga saat ini. 

Semangat belajar Wawah tidak berhenti pada satu program pendidikan. Pada 2022, ia kembali mengambil langkah berani dengan mengikuti program double degree melalui Universitas STEKOM dan STIE STEKOM Kartasura pada bidang Manajemen dan Bisnis. 

Keputusan tersebut membuatnya harus membagi perhatian antara tiga program pendidikan, kegiatan organisasi, dan kebutuhan hidup sehari-hari. Pada periode yang sama, ia juga aktif dalam Badan Eksekutif Mahasiswa, himpunan mahasiswa, dan organisasi kerohanian Islam di kampus LP3I. 

Dengan biaya hidup di Bandung yang relatif tinggi dan kondisi keuangan yang terbatas, Wawah harus mengatur pengeluarannya secara ketat. Sebagian dana yang berhasil disisihkan digunakannya untuk membiayai pendidikan lanjutan yang sedang ditempuh. 

“Kondisi saat itu memang tidak mudah. Saya harus memilih kebutuhan yang benar-benar penting, mengurangi banyak hal, dan belajar bertanggung jawab terhadap keputusan yang sudah saya ambil. Saya percaya pendidikan dapat membuka lebih banyak kesempatan, meskipun proses menjalaninya membutuhkan pengorbanan,” katanya.

Belajar Bahasa dan Bekerja Sebelum Wisuda 

Memasuki awal 2024, ketika mahasiswa tingkat akhir umumnya mulai berfokus menyelesaikan tugas akhir, Wawah justru mengambil program belajar bahasa Mandarin secara intensif selama dua bulan di Jawa Timur. Langkah itu diambil agar ia mempunyai keterampilan tambahan dan dapat memperoleh pekerjaan sebelum lulus. 

Wawah sempat berharap dapat melaksanakan sidang tugas akhir menggunakan bahasa Mandarin. Rencana tersebut belum dapat diwujudkan, sehingga ia memutuskan menjalani sidang menggunakan bahasa Inggris. 

Pada saat bersamaan, ia kembali menghadapi persoalan biaya untuk mengikuti sidang, menyelesaikan administrasi kelulusan, dan mengikuti wisuda. Kondisi itu membuatnya semakin aktif melamar pekerjaan dengan harapan dapat memperoleh penghasilan sebelum masa kelulusan. 

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Wawah diterima bekerja di DCLIQ, agensi digital marketing yang beroperasi di kawasan BSD dan Gading Serpong, sebelum menjalani sidang dan wisuda. Ia kemudian melaksanakan sidang pada Oktober 2024 dan mengikuti wisuda pada Desember 2024 sambil tetap menjalankan pekerjaannya. 

Wawah menyelesaikan pendidikan D3 Manajemen Informatika dengan IPK 3,75 dan berhak menyandang gelar Ahli Madya Komputer. Penghasilan dari pekerjaannya kemudian ia manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan lain, mulai dari bahasa Mandarin, search engine optimization atau SEO, modeling, hingga kewirausahaan. 

Wawah Sri Sunenti dalam salah satu kegiatan modeling dan produksi katalog. Dokumentasi pribadi. Mengembangkan Shoekoerin.id dari Pengalaman Digital 

Perpaduan antara kemampuan teknologi, digital marketing, dan keinginan membangun usaha kemudian mendorong Wawah mengembangkan Shoekoerin.id, layanan jasa cuci sepatu Tangerang yang melayani pelanggan di wilayah Tangerang Raya.

Shoekoerin.id dikembangkan dengan konsep layanan yang sederhana dan transparan. Pelanggan dapat melakukan pemesanan secara daring, memperoleh fasilitas pickup dan delivery di Tangerang Raya, memantau perkembangan pengerjaan melalui WhatsApp, serta melakukan pembayaran setelah sepatu selesai ditangani. 

Melalui Shoekoerin.id, Wawah berupaya menghadirkan layanan perawatan sepatu yang mudah diakses sekaligus relevan dengan kebutuhan pelanggan di Tangerang. Pengembangan usaha ini juga menjadi ruang baginya untuk memadukan pengalaman di bidang teknologi, pemasaran digital, dan manajemen layanan. 

“Saya membangun Shoekoerin.id bukan hanya dengan pengetahuan mengenai bisnis, tetapi juga dari pengalaman sebagai pelanggan. Saya ingin proses pemesanan, pengerjaan, hingga pembayaran terasa jelas sehingga pelanggan lebih tenang ketika mempercayakan sepatunya kepada kami,” jelasnya. 

Menuntaskan Studi dan Membawa Pesan bagi Generasi Muda 

Di tengah aktivitas bekerja, mengembangkan usaha, menjadi relawan, dan mengikuti Putra Putri Budaya Banten 2026, Wawah masih melanjutkan dua program pendidikan sarjananya. Tahun 2026 ditargetkan menjadi tahun penyelesaian studinya di bidang Manajemen dan Bisnis. 

Saat ini, Wawah sedang mempersiapkan proses pendaftaran sidang dan wisuda dengan IPK 3,87 pada program sarjana yang ditempuhnya. Setelah seluruh proses tersebut selesai, ia akan menyandang gelar A.Md.Kom., S.M., dan S.Bns. 

Selain menyelesaikan pendidikan formal, Wawah telah menulis empat artikel ilmiah yang diterbitkan melalui jurnal terindeks SINTA 4 dan SINTA 5. Pengalaman menulis tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk tetap berkontribusi dalam lingkungan akademik di tengah berbagai aktivitas profesional dan sosial. 

Perjalanannya dalam bidang budaya, modeling, kerelawanan, dan pengembangan diri turut ia dokumentasikan melalui Instagram @hi.wawah. Sementara itu, rekam jejak pendidikan, pengalaman kerja, dan karya profesionalnya dapat ditemukan melalui profil LinkedIn Wawah Sri Sunenti

Menurut Wawah, predikat Persahabatan Putri Budaya Banten 2026 bukanlah akhir dari perjalanannya. Ia ingin menjadikan pengalaman tersebut sebagai ruang untuk mengajak generasi muda lebih dekat dengan budaya daerah tanpa berhenti mengembangkan kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman. 

“Budaya mengajarkan identitas, pendidikan memberi pengetahuan, dan pengalaman membuat kita kuat. Saya berharap anak muda percaya bahwa keterbatasan dan kegagalan bukanlah akhir dari cita-cita,” pungkas Wawah.

shoekoerin.id | Instagram @hi.wawah | LinkedIn /in/wawahsri

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store