BPPKB Banten Malaysia Jadi Rumah Kedua, WNI Diajak Saling Menolong

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Kuala Lumpur – Semangat duduluran (persaudaraan) dan gotong royong khas masyarakat Sunda tidak boleh luntur meski sedang mengadu nasib di negeri orang. Komitmen inilah yang kini diperkuat oleh Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten Dewan Pimpinan Luar Negeri Malaysia (BPPKB DPLN Malaysia). Sebagai organisasi kemasyarakatan, lembaga ini bertekad menjadi imah kadua (rumah kedua) sekaligus mitra strategis perwakilan RI dalam merangkul komunitas Pasundan dan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Negeri Jiran.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Ketua BPPKB DPLN Malaysia, Madnur, atau yang akrab disapa Joe Gubat. Tokoh muda asal Pandeglang, Banten, kelahiran tahun 1993 ini mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali semangat persatuan di tengah dinamika perantauan.
“BPPKB Banten di Malaysia harus menjadi imah kadua. Tempat kita ngariung (berkumpul), saling bersandar, bertukar pikiran, dan mencari solusi bersama saat ada saudara kita yang menghadapi kesulitan,” ujar Joe Gubat di Kuala Lumpur.
Joe Gubat menekankan bahwa persatuan suku Pasundan dan WNI di Malaysia harus dilandasi oleh filosofi luhur, yaitu silih asih (saling menyayangi), silih asah (saling mengingatkan), dan silih asuh (saling menjaga). Nilai kultural ini dijalankan selaras dengan doktrin utama organisasi, yakni Berjuang, Beramal, dan Berakhlakul Karimah.
Mengingat kompleksnya tantangan hidup di luar negeri, budaya silih tulungan (saling menolong) wajib menjadi prioritas utama. Sikap tulung-tinulungan ini tidak hanya berlaku untuk internal anggota organisasi, melainkan juga bagi seluruh masyarakat Indonesia secara luas yang sedang mengalami kesusahan di Malaysia.
Sebagai mitra perwakilan RI, BPPKB DPLN Malaysia siap menjadi jembatan penyambung hubung antara warga dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Sinergi ini penting untuk membantu kelancaran komunikasi, baik terkait aduan, pendampingan sosial, maupun koordinasi administratif.
Di samping penguatan internal, Joe Gubat juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik bangsa dengan prinsip soméah hadé ka semah (ramah dan santun kepada sesama). BPPKB BANTEN DPLN Malaysia berkomitmen aktif menjaga hubungan yang harmonis dengan Masyarakat setempat serta merajut silaturahmi erat antar-ormas Indonesia di Malaysia.
“Kita di sini membawa nama baik tanah air. Kacai jadi saleuwi, kadarat jadi salebak, mari kita satukan visi, rapatkan barisan, dan buktikan bahwa perantau Indonesia adalah komunitas yang kompak, berakhlak mulia, dan bersinergi positif dengan perwakilan negara,” pungkas pemuda asal Banten tersebut.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

