Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

AS-China Memanas! Biden : Pemimpin Bernyali Besar, Berani Hadir Agenda Besar!

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. (Foto : Doc/IG-Joe-Biden)..

Jurnalis:

KABARBARU, INTERNATIONALPresiden Amerika Serikat Joe Biden menuding China tidak mau terlibat atau menjauh dari aspirasi pemimpin dunia terkait misi menjaga iklim dunia dari emisi karbon dan pemanasan global.

Mengutip AFP, Biden berasumsi demikian karena Presiden China, Xi Jinping tidak hadir dalam Conference of the Parties ke-26 (COP26) di Glasgow, Inggris. Kritik serupa ditujukan kepada Rusia yang juga tidak hadir dalam konferensi.

“Ini isu yang sangat besar dan mereka menjauh begitu saja. Bagaimana anda bisa melakukan itu dan berani mengklaim memiliki kepemimpinan,” kata Biden mengutip AFP.

“Ini adalah kesalahan yang besar, sejujurnya, karena China tidak hadir. Seluruh mata dunia tertuju kepada China dan bertanya, nilai apa yang mereka berikan?” sambungnya.

Diketahui, Presiden China Xi Jinping belum pernah bepergian ke luar negeri sejak awal pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu. Termasuk saat COP26 dihelat, Xi Jinping juga tidak hadir padahal negaranya merupakan penghasil emisi karbon terbesar dunia.

Gestun Jogja

Sebelumnya, para pejabat AS memperkirakan Xi Jinping bakal berjumpa dengan Joe Biden untuk pertama kalinya dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Roma, Italia. Namun, itu tidak terjadi.

“Fakta bahwa China mencoba untuk berani menegaskan diri sebagai pemimpin dunia bisa dimengerti, tapi sekarang tidak muncul, ayolah,” kata Biden.

Conference of the Parties (COP) merupakan badan pembuat keputusan tertinggi dari United Nations Framework Convention on Climate Change, yang ditandatangani pada 1992. Konferensi COP baru berlangsung pertama kali pada tahun 1995.

COP26 yang digelar tahun ini di Glasgow, Inggris akan mengevaluasi hasil Paris Accord tentang misi menjaga perubahan iklim yang diteken pada 2015 lalu atau COP21.

Kala itu, para pemimpin dunia sepakat bahwa akan banyak perubahan yang terjadi jika pemanasan global naik hingga di atas 1,5 derajat celsius.

Berdasarkan kesepakatan pada 2015, setiap negara harus berjanji untuk melakukan pengurangan emisi gas rumah kaca, mendorong peningkatan produksi energi terbarukan.

Kemudian mempertahankan suhu global di bawah 2 derajat celsius atau maksimal 1,5 derajat celsius, serta berkomitmen menyumbangkan miliaran dolar AS untuk dampak perubahan iklim yang dialami negara-negara miskin.

Jasa Fake Order

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store