Aktivis Desak Polda Jatim Segera Tangkap Haji Mukmin Terkait Dugaan TPPU dan Bisnis Rokok Ilegal

Jurnalis: Joko Prasetyo
Kabar Baru, Surabaya – Aksi demonstrasi besar digelar di depan Polda Jawa Timur oleh tiga organisasi, yakni FKM Jatim, GARUDA, dan GERAK.
Mereka mengusung tema penegakan kedaulatan fiskal dan perlawanan terhadap pencucian uang serta peredaran rokok ilegal.
Dalam aksinya, massa menyampaikan tuntutan tegas kepada KPK agar segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum di sektor cukai. Isu ini dinilai merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.
Selain itu, muncul dugaan adanya keterlibatan oknum aparat dalam melindungi praktik tersebut.
Koordinator lapangan aksi, Zen, menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh dikalahkan oleh narasi ekonomi. Ia menilai alasan kontribusi terhadap ekonomi lokal tidak dapat membenarkan praktik ilegal.
Menurutnya, negara harus berdiri di atas kepatuhan hukum, bukan kepentingan kelompok tertentu. Zen juga menyinggung nama H. Mukmin yang disebut dalam tuntutan massa.
“Kita paham bahwa, ada begitu banyak orang yang kontra dengan gerakan ini, dengan narasi bahwa, para pengusaha ini telah memperbaiki perekonomian lokal. Tapi, kita bernegara bukan hanya soal segelintir orang, kita tidak berbicara sektoral, kita berbicara tentang kepatuhan terhadap hukum dan kepentingan negara” ujar Zen kepada Jurnalis Kabarbaru di depan Polda Jawa Timur, Surabaya, Kamis (16/04/2026).
“Maka oleh karena itu, jika kemudian H. Mukmin bersembunyi di balik narasi itu, maka sungguh naif dan harus disikapi dengan tegas oleh KPK, dengan jemput paksa misalnya,” lanjutnya.
Dalam orasi yang disampaikan, H. Mukmin diduga terlibat dalam skema Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dugaan tersebut berkaitan dengan bisnis rokok ilegal dan praktik “ternak” pita cukai.
Aktivitas ini disebut telah merugikan keuangan negara dalam skala besar. Massa juga mengungkap sejumlah merek rokok yang diduga beredar luas di berbagai wilayah.
“Tentu, kalau kita sebutkan salah satunya yang massif di peredaran rokok ilegal yang diduga di bawah kendali H. Mukmin seperti GICO, DALIL, DUBAI, FANTASTIC, LUXIO, JANGGER dan masih banyak lagi, dengan pasar tidak hanya di Pulau Jawa dan Madura, tetapi juga hingga Pulau Kalimantan dan sekitarnya,” ujar Zen.
Selain itu, massa memaparkan hasil kajian internal terkait dugaan aliran dana mencurigakan. Dana tersebut disebut dialirkan ke berbagai entitas bisnis sebagai upaya menyamarkan asal-usulnya.
Beberapa perusahaan dan usaha disebut dalam orasi sebagai bagian dari dugaan tersebut. Sektor usaha yang disorot meliputi perusahaan, kuliner, hingga ritel.
“Dan kami menduga selain itu ada bisnis gelap ternak pita cukai yang tentu ini diduga kuat terjalin secara gelap dengan oknum di Bea Cukai sekaligus aparat penegak hukum,” lanjutnya.
Tak hanya itu, aset seperti SPBU di wilayah Ganding dan Guluk-Guluk juga ikut disorot. Massa menduga aset tersebut digunakan sebagai bentuk konversi dana ilegal menjadi kekayaan tetap.

Mereka menilai ekspansi bisnis yang terjadi dalam waktu singkat patut dicurigai. Zen menyebut kondisi ini sebagai indikasi adanya kekuatan besar di balik jaringan tersebut.
“Kami mencium aroma busuk dari gurita bisnis ini. Bagaimana mungkin seorang individu dapat melakukan ekspansi bisnis masif di berbagai sektor dalam sekejap waktu, jika tidak ditopang oleh dana hasil kejahatan kerah putih?” kata Zen.
Di akhir aksi, massa menyatakan dukungan terhadap aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Mereka mendorong KPK agar tidak ragu melakukan langkah hukum, termasuk pemanggilan paksa jika diperlukan.
Tekanan publik dinilai penting untuk memastikan kasus ini diusut tanpa tebang pilih.
“Oleh karena itu, KPK tidak boleh tebang pilih dan harus segera dibongkar, karena kita menduga ini bukan hanya soal H. Mukmin tetapi di balik punggungnya ada otoritas-otoritas tersembunyi yang ikut menikmati kejahatan ini,” pungkas Zen.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

