Menteri Lingkungan Hidup Dukung Gerakan Pilah Sampah di Jakarta

Jurnalis: Abdul Hamid
Kabar Baru, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, memberikan apresiasi tinggi sekaligus dukungan penuh terhadap Gerakan Pilah Sampah yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Dalam acara Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Kuningan, Jumhur menekankan bahwa Jakarta harus menjadi percontohan bagi daerah lain dalam menangani persoalan sampah secara sistematis dan berkelanjutan.
Jumhur menjelaskan bahwa kementeriannya sedang mempersiapkan roadmap penanganan sampah nasional agar permasalahan ini selesai di seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan.
Ia menilai langkah Jakarta sudah mendahului target tersebut, sehingga pemerintah pusat akan mengadopsi serta menyinkronkan beberapa gagasan dari Jakarta untuk skala nasional.
Jumhur juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi gerakan seluruh warga, bukan sekadar tugas birokrasi, agar sampah yang semula dianggap musuh bisa berubah menjadi sesuatu yang bernilai bagi masyarakat.
Swasembada dan Penuntasan Sampah
Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa Gerakan Pilah Sampah sejalan dengan visi Presiden dalam mendukung cita-cita swasembada pangan dan energi.
Zulkifli menyoroti bahwa sampah rumah tangga merupakan masalah pokok yang harus segera tuntas.
Pemerintah menargetkan bahwa pada tahun 2029, pemilahan sampah harus selesai di lokasi sumbernya masing-masing, mulai dari perkantoran, pasar, restoran, hingga pusat perbelanjaan atau mal.
Zulkifli menambahkan bahwa kunci utama dalam kesuksesan program ini terletak pada kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah.
Menurutnya, keterlibatan aktif warga akan sangat membantu pemerintah dalam mengelola beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
Dengan pemilahan yang benar sejak dari rumah atau tempat usaha, proses pengolahan selanjutnya akan menjadi jauh lebih efisien dan produktif.
Percepatan Teknologi PSEL
Guna mendukung percepatan penanganan sampah, pemerintah kini telah menetapkan tarif tunggal untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Kebijakan ini bertujuan untuk menyederhanakan birokrasi yang sebelumnya dianggap rumit bagi para pengembang.
Pemerintah juga telah memetakan penanganan darurat sampah di 71 kota, termasuk Jakarta, dengan mengandalkan teknologi insinerator dan konsep waste to energy.
Berdasarkan roadmap yang ada, pemerintah menargetkan penanganan sampah mencapai 50 persen pada tahun 2027.
Zulkifli optimis bahwa persoalan sampah di berbagai titik krusial, termasuk TPST Bantar Gebang, akan tuntas sepenuhnya pada Mei 2028.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus menghasilkan energi terbarukan bagi masyarakat luas.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

