SDI Nurul Anwar Luncurkan Perpustakaan Ramah Anak, Dorong Literasi dari Sekolah hingga Rumah
Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Sumenep — Komitmen menghadirkan ruang belajar yang inklusif dan menyenangkan kembali ditunjukkan oleh SDI Nurul Anwar, Batang-Batang. Pada Senin, 27 April 2026, sekolah tersebut secara resmi membuka Perpustakaan Ramah Anak sebagai upaya mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah.
Peresmian berlangsung hangat dengan dihadiri kepala sekolah, yayasan, pendamping program, serta wali murid. Dalam sambutannya, Kepala SDI Nurul Anwar, Matsuni, menegaskan bahwa perpustakaan ramah anak bukan hanya milik siswa, melainkan milik seluruh warga sekolah. Ia menilai keberadaan perpustakaan menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk mengembangkan pengetahuan di luar kelas.
“Perpustakaan ramah anak ini tentu menjadi tempat anak-anak mencari ilmu di luar kelas. Buku-buku yang tersedia juga merupakan buku anak bermutu. Karena itu, mari kita bersama-sama menghidupkan perpustakaan ini,” ujarnya.
Matsuni juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut, mulai dari pendamping program, Imam Dainuri, pihak yayasan, hingga wali murid. Ia berharap kehadiran perpustakaan ini dapat menjadi titik awal tumbuhnya literasi dan numerasi siswa secara bertahap.
“Semoga dengan diresmikannya perpustakaan ini, pelan-pelan literasi dan numerasi siswa bisa tumbuh dan berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan, Horna, menyambut baik program Perpustakaan Ramah Anak dan menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membangun kebiasaan membaca anak. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berhenti sebagai ruang fisik di sekolah, tetapi harus berlanjut hingga ke rumah melalui aktivitas membaca.
“Perpustakaan ini milik bersama. Orang tua juga perlu berperan aktif mendorong anak-anak membaca di rumah, apalagi nantinya ada program peminjaman buku yang akan dibawa pulang,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan akan ada berbagai kegiatan yang terpusat di perpustakaan, mulai dari membaca bersama hingga program peminjaman buku, yang membutuhkan sinergi antara guru dan orang tua.
Pada kesempatan yang sama, pendamping program Perpustakaan Ramah Anak, Imam Dainuri, menyampaikan apresiasinya atas semangat sekolah dalam mengembangkan perpustakaan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana sejak awal. Ia menilai komitmen tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan program.
“Dengan segala keterbatasan, termasuk ruang perpustakaan yang kecil, SDI Nurul Anwar mampu bangkit dan memanfaatkannya dengan baik. Selamat atas diresmikannya perpustakaan ini. Semoga ke depan semakin banyak aktivitas yang mendorong minat baca dan semangat belajar siswa,” tuturnya.
Peresmian ini menjadi langkah awal bagi SDI Nurul Anwar untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan literasi yang hidup, interaktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun generasi pembelajar.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

